Penduduk Balikpapan Tembus 762 Ribu Jiwa, Pendatang Tak Tercatat Jadi Sorotan

Kepala Disdukcapil Balikpapan Tirta Dewi

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kota Balikpapan terus bertambah padat. Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mencatat, hingga semester I tahun 2025, jumlah penduduk terdaftar mencapai 762.595 jiwa. 

Dalam enam bulan, ada penambahan 5.177 jiwa. Angkanya memang disebut masih normal, tapi cerita di lapangan tidak sesederhana itu.

Yang jadi perhatian utama pemerintah kota justru penduduk non-permanen

pendatang yang tinggal sementara, bekerja, atau ikut proyek, namun belum semuanya tercatat secara resmi.

Kepala Disdukcapil Kota Balikpapan, Tirta Dewi, menjelaskan bahwa pertumbuhan penduduk berdasarkan data administrasi masih tergolong wajar.

“Jumlah penduduk semester I tercatat 762.595 jiwa, naik 5.177 jiwa. Kalau dilihat dari data, pertumbuhannya masih normal,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).

Namun, data ini belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lingkungan permukiman, kos-kosan, dan kawasan padat penduduk.

Pendatang Ikut Pakai Layanan, Tapi Belum Semua Lapor

Menurut Tirta Dewi, Balikpapan bukan hanya dihuni warga tetap. Banyak penduduk non-permanen yang datang untuk bekerja, proyek, atau tinggal sementara, dan tetap menggunakan layanan publik kota.

“Mereka ini bukan penduduk permanen, tapi ikut menggunakan pelayanan publik. Seharusnya melapor selama berada di Balikpapan,” tegasnya.

Di lapangan, keberadaan pendatang ini terasa dari meningkatnya kepadatan hunian, lalu lintas, hingga antrean layanan publik meski belum seluruhnya tercatat dalam data kependudukan.

Agar kondisi di lapangan sesuai dengan data, Disdukcapil berencana menggerakkan pendataan sampai ke tingkat RT. RT akan dilibatkan untuk mencatat siapa saja yang tinggal sementara di wilayahnya.

“Kami ingin kolaborasi dengan RT dan unsur lainnya. Supaya jelas jumlahnya berapa, tinggal di mana, karena mereka juga membutuhkan pelayanan publik di Kota Balikpapan,” kata Tirta.

Langkah ini dinilai penting agar pemerintah punya gambaran nyata, bukan hanya angka administratif.

Tirta Dewi mengingatkan, Balikpapan sebenarnya pernah mengalami lonjakan penduduk cukup signifikan pada periode tertentu.

“Lonjakan besar itu terjadi saat ada proyek RDMP dan proyek strategis nasional lainnya, termasuk IKN. Kalau sekarang, tidak ada lonjakan seperti itu,” jelasnya.

Meski demikian, dengan posisi Balikpapan sebagai kota penyangga IKN, arus pendatang tetap menjadi perhatian. Pemerintah kota menilai pendataan penduduk non-permanen menjadi kunci agar layanan publik tetap adil dan tepat sasaran, sekaligus mencegah kota ini terasa semakin sesak tanpa data yang jelas.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses