Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Sambut Baik Kebijakan KUR Tanpa Agunan, Dorong UMKM Makin Tumbuh
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menilai kebijakan pemerintah pusat yang membuka akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa agunan sebagai langkah besar yang dapat mempercepat pertumbuhan UMKM, terutama bagi pelaku usaha yang selama ini kesulitan mengajukan pinjaman permodalan.
Kebijakan tersebut diumumkan Menteri UMKM RI, Maman Abdurahman, yang memastikan bahwa mulai Januari 2026, pelaku UMKM dapat mengajukan KUR dengan plafon antara Rp1 juta hingga Rp100 juta tanpa perlu menyertakan jaminan. Skema baru ini dinilai jauh lebih inklusif dan mampu menjangkau pelaku usaha kecil yang berada pada fase awal atau yang modalnya sangat terbatas.
Fauzi menyebut, selama ini kendala terbesar UMKM dalam memperoleh akses pembiayaan adalah syarat agunan yang sulit dipenuhi. Banyak pelaku usaha mikro yang memiliki potensi besar namun tidak memiliki aset untuk dijadikan jaminan. Dengan adanya kemudahan ini, ruang gerak UMKM diyakini akan semakin luas, sehingga mampu meningkatkan aktivitas ekonomi lokal.
“Kebijakan ini menjadi angin segar bagi UMKM. Selama ini banyak pelaku usaha yang tidak bisa mengembangkan bisnis hanya karena persoalan agunan. Dengan skema baru, kesempatan mereka untuk memperluas usaha semakin terbuka,” ujarnya, Jumat (05/12/2025).
Meski demikian, Fauzi mengingatkan bahwa kemudahan akses permodalan harus diiringi dengan kemampuan mengelola keuangan yang baik. Ia menilai, literasi keuangan masih menjadi tantangan utama bagi sebagian pelaku UMKM. Tanpa pendampingan yang memadai, risiko penggunaan dana tidak tepat sasaran bisa terjadi, sehingga tujuan kebijakan tidak tercapai secara optimal.
Menurutnya, pemerintah daerah, lembaga perbankan, serta dinas terkait perlu bekerja sama dalam memberikan edukasi dan bimbingan teknis kepada pelaku usaha. Penguatan aspek manajerial, pemasaran, hingga inovasi produk harus berjalan seiring dengan penyediaan akses permodalan.
“Di tengah persaingan produk yang makin ketat, inovasi bisnis wajib diperkuat. Modal saja tidak cukup. UMKM harus dibimbing agar bisa mengelola dana dengan bijak, mengembangkan produk, dan memperluas pasar,” tegasnya.
Fauzi juga menyoroti pertumbuhan UMKM di Balikpapan yang semakin dinamis dalam beberapa tahun terakhir. Aktivitas transaksi, pameran UMKM, dan tumbuhnya usaha rumahan menunjukkan bahwa sektor ini memiliki potensi besar untuk menopang ekonomi daerah. Karena itu, kemudahan KUR tanpa agunan dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini, terutama ketika perekonomian nasional tengah mengalami perlambatan.
Ia berharap kebijakan tersebut dapat menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya saing UMKM lokal. “Kami berharap semakin banyak UMKM yang naik kelas, mampu mandiri, dan berkontribusi lebih besar bagi perekonomian Balikpapan,” pungkasnya.***
BACA JUGA
