Komisi V DPR Soroti Usia Pesawat IAT yang Hilang di Maros: Usia 26 Tahun, Bagaimana Maintenance-nya?
JAKARTA, Inibalikpapan.com – Insiden hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT di Maros, Sulawesi Selatan, memicu kritik tajam dari parlemen.
Komisi V DPR RI kini menyoroti ketat aspek kelaikudaraan dan pengawasan armada pesawat yang telah memiliki usia operasional panjang di Indonesia.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk segera mengaudit rekam jejak pemeliharaan (maintenance) pesawat buatan tahun 2000 tersebut.
Audit Total Pesawat Berusia Tua
Syaiful Huda menegaskan bahwa usia pesawat yang sudah mencapai 26 tahun menuntut pengawasan ekstra ketat. Ia meminta Kemenhub mendampingi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menyelidiki apakah ada prosedur kelaikudaraan yang terabaikan sebelum pesawat lepas landas.
“Kami meminta Kemenhub melakukan pengecekan mendalam terhadap aspek maintenance. Mengingat pesawat ini buatan tahun 2000, pemeriksaan menyeluruh sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang dan keselamatan penerbangan nasional tetap terjaga,” ujar Huda dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/1/2026).
Waspada Cuaca Ekstrem dan Siklon Nokaen
Selain faktor teknis, Politisi Fraksi PKB ini mengingatkan adanya ancaman nyata dari fenomena alam. Saat ini, wilayah Indonesia tengah dan timur sedang dipengaruhi oleh Siklon Tropis Nokaen yang memicu cuaca ekstrem.
Huda memberikan peringatan keras kepada seluruh maskapai agar tidak memaksakan penerbangan jika kondisi alam tidak memungkinkan. “Tidak boleh ada toleransi terhadap maskapai yang mengabaikan ambang batas cuaca minimum (weather minimal). Keselamatan penumpang adalah harga mati,” tegasnya.
Dorong Teknologi Penginderaan Jauh dalam Pencarian
Terkait proses evakuasi yang sedang berlangsung di Desa Leang-leang dan pegunungan Bantimurung, Maros, Huda mengapresiasi sinergi Basarnas dan TNI AU. Namun, ia mendorong penggunaan teknologi yang lebih mutakhir untuk menembus medan sulit.
- Optimalisasi Teknologi: Penggunaan penginderaan jauh untuk mendeteksi koordinat pasti.
- Koordinasi Udara: Pemanfaatan helikopter TNI AU secara efektif di tengah dinamika cuaca pegunungan yang cepat berubah.
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus berjibaku di lapangan untuk menemukan keberadaan 10 orang yang berada di dalam pesawat nahas tersebut. / DPR
BACA JUGA
