Lima Fakta Ambruknya Ruas Tol Balikpapan-IKN: Curah Hujan Disebut Jadi Pemicu
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Ambruknya ruas akses tol menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) di KM 11 Balikpapan Utara pada awal Januari 2026 menjadi perhatian serius bagi warga Kalimantan Timur. Meskipun proyek ini masih dalam tahap pembangunan, insiden ini memicu sorotan mengenai ketahanan infrastruktur di tengah cuaca ekstrem.
Berdasarkan keterangan resmi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Timur, berikut adalah 5 fakta utama di balik ambruknya Tol IKN Segmen 3A2, yang dirangkum inibalikpapan.com:
1. Kerusakan Sepanjang 82,5 Meter
Kerusakan signifikan terjadi pada Seksi 3A2 Segmen Karangjoang–KKT Kariangau. Penurunan struktur slab on pile ini memanjang hingga 82,5 meter. Area tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan Balikpapan dengan kawasan inti IKN.
2. Dipicu Hujan Ekstrem dan Pergeseran Tanah
Kepala BPJN Kaltim, Yudi Hardiana, menyebutkan bahwa intensitas hujan yang sangat tinggi sejak Rabu (8/1/2026) hingga Kamis pagi menjadi penyebab utama. Curah hujan yang masif memicu pergeseran timbunan tanah di area disposal, yang kemudian menekan dan menurunkan stabilitas struktur jalan di bawahnya.
3. Sempat Dibuka Saat Libur Nataru
Fakta yang membuat warga khawatir adalah ruas tol ini sempat dibuka secara fungsional untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Untungnya, insiden pergeseran tanah ini terjadi setelah periode fungsional berakhir, saat status jalan kembali dalam masa konstruksi tertutup.
4. Perbaikan Sepenuhnya Ditanggung Kontraktor
Mengingat proyek ini masih dalam masa konstruksi, pemerintah menegaskan bahwa biaya perbaikan tidak akan membebani APBN. Seluruh proses pembersihan, pembangunan kembali struktur slab on pile, hingga penguatan drainase menjadi tanggung jawab penuh penyedia jasa (kontraktor) pelaksana.
5. Target Rampung Sebelum Mudik Lebaran 2026
Pemerintah bergerak dengan melakukan inventarisasi kerusakan dan pengendalian aliran air di bawah struktur. Target ambisius ditetapkan: seluruh perbaikan harus selesai pada Maret 2026. Tujuannya agar akses tol ini bisa kembali digunakan secara fungsional untuk mendukung arus mudik dan balik Lebaran 2026.
BPJN Kaltim juga berencana melakukan audit dan survei menyeluruh terhadap seluruh struktur slab on pile di ruas Tol IKN lainnya untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di titik yang berbeda.***
BACA JUGA
