Listrik Aman, Industri Baterai Bergerak: PLN Rampungkan GI 150 kV di Batulicin Baru
TANAH BUMBU, inibalikpapan.com,– Bertahun-tahun, kawasan Setangga di Kabupaten Tanah Bumbu dikenal sebagai wilayah dengan potensi industri besar, namun terbatas pasokan listrik. Kini situasinya berubah. Proyek Gardu Induk (GI) 150 kV Batulicin Baru/Setangga akhirnya rampung dikerjakan oleh PT PLN (Persero). Kehadirannya kini menjadi tumpuan utama KEK Setangga untuk tumbuh menjadi pusat hilirisasi industri nasional.
Kehadiran GI 150 kV Batulicin Baru menjadi titik balik bagi KEK Setangga. Gardu induk ini disiapkan untuk menyuplai daya jumbo yang dibutuhkan kawasan industri. Termasuk untuk operasional smelter bahan baku baterai PT ABC yang tercatat memerlukan pasokan listrik mencapai 80 MVA.
Peran strategis PLN UIP KLT ini turut mendapat perhatian langsung dari Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo. Darmawan menghadiri peresmian Pabrik Bahan Prekursor Baterai PT Anugerah Barokah Energi Baru (ABEB) dalam kunjungan kerjanya ke Tanah Bumbu, Selasa (13/1/2026). Di momen yang sama, ia juga meninjau langsung kesiapan pasokan listrik yang ada di kawasan tersebut.
Menurut Darmawan, keberhasilan kawasan industri berbasis hilirisasi tidak lepas dari kesiapan listrik yang andal. PLN hadir bukan sekadar sebagai penyedia listrik, tetapi juga mitra strategis dalam pembangunan industri nasional.
Sejak tahap awal perencanaan, PLN UIP KLT memang sudah mengambil peran penting dalam pembangunan GI 150 kV Batulicin Baru/Setangga. Pembangunan gardu induk ini berangkat dari kebutuhan daya besar PT ABC yang mencapai 80 MVA untuk mendukung operasional smelter bahan baku baterai.
Proyek Strategis yang Dibangun Sejak Awal
General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menjelaskan proyek ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam memastikan kebutuhan listrik industri terpenuhi secara berkelanjutan. Pembangunan GI dimulai pada 4 Januari 2024 dan berhasil dilakukan penyalaan perdana atau energize pada 27 Februari 2025.
“Proyek ini menjadi bukti komitmen PLN UIP KLT dalam menyediakan infrastruktur kelistrikan yang siap mendukung pertumbuhan kawasan industri,” ujar Basuki.
Tak hanya untuk PT ABC, kehadiran GI 150 kV Batulicin Baru/Setangga juga membuka peluang masuknya tenant industri lain ke KEK Setangga. Dengan sistem kelistrikan yang kuat dan berkapasitas besar, kawasan ini dinilai punya fondasi kokoh untuk berkembang sebagai pusat industri hilirisasi baterai dan industri turunannya.
Dampak GI 150 kV Batulicin Baru tidak berhenti di kawasan industri. Listrik yang stabil juga membuka peluang masuknya tenant industri baru, mendorong aktivitas ekonomi, dan memperbesar kebutuhan tenaga kerja lokal.
Bagi masyarakat Tanah Bumbu, kehadiran industri berarti lapangan kerja, usaha pendukung, dan perputaran ekonomi yang lebih hidup. KEK Setangga kini diproyeksikan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan.
BACA JUGA
