Menkeu Purbaya Evaluasi Anggaran MBG yang Capai Rp 335 Triliun, Sebut Seharusnya Cukup dengan Alokasi Segini

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Desember 2025 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (18/12/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]

JAKARTA, inibalikpapan.com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal melakukan evaluasi menyeluruh terhadap anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 yang mencapai Rp335 triliun. Dari hasil perhitungan awal, pemerintah memperkirakan serapan anggaran hanya sekitar Rp200 triliun.

Evaluasi tersebut akan mulai dilakukan pekan depan, dengan fokus menelusuri potensi pemborosan hingga anggaran yang dinilai tidak relevan dengan tujuan utama program.

“Kalau gini kita hitung paling Rp 200 triliun saja cukup mungkin,” kata Purbaya saat ditemui di kawasan Kantor Kementerian Keuangan, Rabu (21/1/2026), dilansir dari Suara, jaringan inibalikpapan.com.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan 83 juta penerima manfaat pada 2026, mulai dari siswa sekolah, balita, ibu hamil dan menyusui, hingga tenaga pendidik.

Anggaran Disisir Line per Line

Purbaya menegaskan evaluasi tidak dilakukan secara umum, melainkan akan menyisir anggaran secara detail hingga ke pos terkecil.

“Minggu depan akan saya lihat line per line anggaran mereka. Nanti kami lihat mana yang double counting. Mana yang mungkin mana yang enggak. Mana yang pemborosan saja apa enggak, kita lihat,” ujarnya.

Langkah ini dilakukan dengan berkaca pada pelaksanaan MBG tahun sebelumnya, di mana ditemukan penggunaan anggaran yang dinilai tidak langsung berkaitan dengan penyediaan gizi.

Pembelian Motor Jadi Catatan

Menkeu menyinggung adanya anggaran MBG yang sebelumnya digunakan untuk pembelian kendaraan operasional, yang menurutnya masih perlu dikaji ulang.

“Misalnya ada program dibeliin motor semuanya. Lumayan kan bisa dicoret. Tapi saya akan lihat masih ada enggak itu. Tahun lalu masih ada,” ucapnya.

Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa evaluasi bukan berarti melemahkan program MBG. Ia justru menilai program tersebut memiliki tujuan yang sangat baik dan perlu dijalankan secara efektif. “Tapi program itu program bagus, kita akan dukung supaya jalannya maksimal,” tegasnya.

Serapan MBG 2025 Jadi Acuan

Dalam laporan APBN KiTa edisi Januari 2026, program MBG tercatat telah menyerap Rp51,5 triliun hingga 31 Desember 2025 atau sekitar 72,5 persen dari pagu Rp71 triliun.

Jumlah penerima manfaat mencapai 56,13 juta orang dari target 82,9 juta yang tersebar di 38 provinsi. Program ini juga melibatkan 19.343 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menyerap 789.319 tenaga kerja.

Nilai manfaat yang langsung diterima masyarakat tercatat mencapai Rp43,3 triliun, digunakan untuk penyediaan makanan bergizi bagi kelompok sasaran.

Dengan evaluasi yang akan dilakukan, pemerintah berharap pelaksanaan MBG 2026 lebih tepat sasaran, efisien, dan benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat tanpa membebani fiskal negara.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses