Minim Peminat, Pelatihan Marketing di Balikpapan Masih Sepi Pendaftar
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Balikpapan, Ani Mufaidah, mengungkapkan bahwa pelatihan marketing masih jarang diminati oleh pencari kerja, meskipun sektor perdagangan di kota ini memiliki permintaan besar terhadap tenaga kerja di bidang tersebut.
Hal ini disampaikan Ani sebagai tanggapan terhadap pernyataan Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, yang menekankan pentingnya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Seiring dengan rencana kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) 2025. Salah satu langkah yang disarankan adalah melalui pelatihan marketing.
Menurut Ani, Disnaker Balikpapan fokus membantu lulusan baru, khususnya dari jenjang SMA, agar dapat memasuki dunia kerja.
“Bagi mereka yang sudah bekerja di perusahaan, peningkatan SDM adalah tanggung jawab perusahaan. Namun, untuk anak-anak kita yang baru lulus, kami bertugas membantu mereka agar dapat diterima di dunia kerja,” ujarnya pada Senin (23/12/2024).
Namun, meski sektor perdagangan memiliki banyak peluang kerja, minat terhadap pelatihan marketing tetap rendah. Ani menuturkan, “Kebutuhan terbesar untuk menyerap tenaga kerja ada di sektor perdagangan, terutama untuk manajemen dan marketing. Tapi minat terhadap pelatihan marketing sangat rendah,” akunya.
Ani juga mengungkapkan, bahwa selama pelaksanaan job fair, lowongan di bidang marketing sering kali tidak menarik pelamar.
“Setiap job fair, perusahaan yang membuka lowongan di bidang marketing sering kali tidak mendapatkan pelamar. Anak-anak Balikpapan kurang tertarik bekerja di sektor ini,” tambahnya.
Sebagian besar pencari kerja di Balikpapan cenderung memilih pekerjaan di sektor pertambangan, yang dianggap menawarkan gaji lebih tinggi.
“Banyak orang Balikpapan yang suaminya bekerja di lokasi pertambangan karena sektor ini memberikan pendapatan yang lebih tinggi,” jelas Ani.
Pentingnya Pelatihan
Fenomena ini juga berdampak pada rendahnya minat terhadap pelatihan marketing, meski Disnaker telah melakukan berbagai sosialisasi.
“Pelatihan alat berat, seperti yang berkaitan dengan sektor pertambangan, laris manis. Sementara pelatihan marketing tetap sepi pendaftar,” katanya.
Ani menegaskan, Disnaker Balikpapan akan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelatihan marketing untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor perdagangan yang terus berkembang.
“Langkah ini penting agar para pencari kerja dapat memanfaatkan peluang yang ada dan mendukung pertumbuhan ekonomi kota,” tutup Ani.***
BACA JUGA
