Museum Sadurengas Paser Jual Uang Kuno Langka: Diburu Para Kolektor, Harga Mulai Rp 40 Ribu
TANAH GROGOT, inibalikpapan.com — Museum Sadurengas di Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, kini punya daya tarik tak biasa. Selain menyimpan jejak sejarah Kesultanan Paser, museum ini juga menjadi tempat berburu uang kuno bagi para kolektor.
Koleksi numismatik yang dipajang di etalase museum tidak hanya untuk dilihat, tetapi sebagian juga ditawarkan kepada kolektor melalui sistem titip jual maupun koleksi pribadi yang telah dihibahkan.
Salah satu penjaga stan, Icha, menyebut aktivitas penjualan uang koleksi ini sudah berlangsung sekitar enam bulan terakhir.
“Sebagian koleksi merupakan titipan kolektor yang disimpan di lemari etalase museum. Ada juga yang memang milik pribadi dan sudah dihibahkan. Namun, ada pula yang dijual untuk koleksi,” ujarnya.
Harga uang kuno bervariasi tergantung kondisi atau grade. Meski nominal dan tahun terbitnya sama, nilai jual bisa berbeda.
“Ada yang Rp40.000, Rp50.000, bahkan Rp60.000, tergantung grade. Kalau kondisinya masih bagus, belum pernah beredar atau masih ‘gepokan’, tentu harganya lebih tinggi. Kalau sudah lecek karena pernah dipakai, biasanya lebih rendah,” jelasnya.
Harga tertinggi yang tersedia saat ini mencapai Rp200.000 untuk seri tertentu yang tidak pernah beredar luas, termasuk edisi bergambar Presiden pertama RI. Sementara harga terendah berkisar Rp25.000 hingga Rp30.000.

Daya Tarik yang Khas
Minat kolektor datang tidak hanya dari Paser. Beberapa pembeli berasal dari luar daerah, bahkan dari Jakarta. Salah satu pengunjung asal Balikpapan, Noor Masyitah, mengaku tertarik membeli pecahan Rp2,5. “Saya beli pecahan 2,5 rupiah masing-masing harga 50 ribu,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan stan uang kuno di museum menjadi daya tarik tersendiri. “Museum ini kan bukti keberadaan kerajaan Kesultanan Paser. Tentunya selain jadi bukti sejarah, juga buat pembelajaran bagi generasi sekarang ini. Saya kira museum sangat terawat ya,” ujarnya.
Stan koleksi dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 Wita. Pengelola berharap koleksi uang kuno ini dapat menjadi magnet tambahan bagi wisatawan, sekaligus memperkuat fungsi museum sebagai ruang edukasi sejarah dan budaya lokal.
Fenomena ini terbilang unik, karena umumnya museum hanya menjual suvenir. Di Sadurengas, pengunjung bisa membawa pulang sepotong sejarah dalam bentuk lembaran uang lama.***
BACA JUGA
