Parade Wastra Nusantara di Balikpapan, Tampilkan Keindahan Budaya dari 15 Provinsi Indonesia
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Kota Balikpapan menjadi tuan rumah Pemilihan Duta Wisata Indonesia 2025, sebuah ajang bergengsi nasional yang untuk pertama kalinya digelar di tingkat kota setelah sebelumnya selalu dihelat oleh pemerintah provinsi.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan parade busana Nusantara yang menampilkan ragam wastra daerah dan kekayaan kearifan lokal dari berbagai penjuru Indonesia.
Parade megah tersebut menampilkan penampilan para finalis Duta Wisata 2025, perwakilan Bhayangkari Polda Kaltim, serta desainer muda dari APPMI (Asosiasi Pengusaha Perancang Muda Indonesia) Kalimantan Timur.
Para peserta membawakan karya busana bernuansa budaya lokal yang dipadukan dengan sentuhan modern, menghadirkan suasana panggung yang penuh warna dan semangat kebangsaan.
Disporapar Balikpapan: Antusiasme Masyarakat Sangat Luar Biasa
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan Ratih Kusuma mengungkapkan kebanggaannya atas suksesnya pembukaan acara yang mampu menarik perhatian masyarakat luas.
“Saya melihat masyarakat sangat menikmati hiburan ini. Kolaborasi musik, fashion dance, dan busana bernuansa lokal menjadikan panggung malam ini sangat meriah,” ujar Ratih.
Menurutnya, ajang tahun ini diikuti oleh 15 provinsi dari seluruh Indonesia. Kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan komitmen bersama dalam memperkenalkan budaya, kreativitas, dan potensi wisata nasional.
“Ini momentum penting bagi Balikpapan. Kehadiran 15 provinsi menunjukkan bahwa kota ini semakin dikenal sebagai pusat kegiatan budaya dan pariwisata,” katanya.
Menuju Grand Final Duta Wisata Indonesia 2025
Rangkaian kegiatan akan berlanjut menuju Grand Final yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu malam, 9 November 2025.
Ratih menyatakan optimisme penuh terhadap penampilan perwakilan Kalimantan Timur, khususnya dari Balikpapan, yang dinilai memiliki potensi kuat untuk bersaing di tingkat nasional.
“Saya optimistis 100 persen. Kita berharap Kaltim, terutama Balikpapan, bisa masuk dalam jajaran terbaik nasional. Hasil penampilan sebelumnya sangat menjanjikan. Kalau menang, tentu kita akan bersyukur dan merayakannya bersama,” tegasnya.
Dorong Industri Kreatif dan Promosi Budaya Lokal
Ratih juga menekankan bahwa ajang ini bukan hanya sekadar kontes kecantikan atau ketampanan, tetapi wadah untuk memperkuat promosi budaya dan industri kreatif lokal.
Sektor busana, kerajinan tangan, dan karya seni lokal disebut mendapat manfaat langsung dari kegiatan ini.
“Setiap karya menunjukkan bahwa budaya tidak pernah lekang oleh waktu. Ketika generasi muda merawatnya, maka identitas bangsa akan tetap hidup,” ujarnya.
Cinta Budaya, Cinta Tanah Air
Di akhir sambutannya, Ratih menyampaikan pesan reflektif tentang pentingnya menjaga kecintaan terhadap budaya bangsa.
“Cinta pada budaya adalah cinta yang tidak pernah pudar. Dari kain yang ditenun dengan sabar, kita belajar bahwa kasih dan keindahan tumbuh dari tangan dan hati,” tutupnya.
Dengan semangat kolaborasi lintas daerah dan dukungan masyarakat, Balikpapan semakin mengukuhkan diri sebagai kota budaya dan destinasi pariwisata unggulan di Indonesia Timur.
BACA JUGA
