Pemasangan Radar Maritim di Pantai Manggar Terkendala Perizinan, Aspek Lingkungan Jadi Sorotan

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Rencana pemasangan perangkat radar maritim di kawasan Pantai Manggar, Balikpapan, masih menghadapi kendala administratif berupa perizinan dari instansi terkait.

Proyek yang ditujukan untuk meningkatkan keselamatan masyarakat pesisir tersebut kini masih menunggu persetujuan, terutama dari Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga.

Perwakilan proyek, Merandi Rawan selaku PIC daerah, menjelaskan bahwa secara teknis seluruh persiapan telah rampung. Namun, proses pemasangan belum dapat dilaksanakan karena adanya sejumlah aspek yang perlu ditinjau ulang oleh pihak terkait.

“Dari hasil rapat bersama, disampaikan bahwa masih ada beberapa hal yang harus dikaji lebih dalam, terutama menyangkut aspek sosial dan lingkungan. Hal ini menjadi prioritas sebelum izin dapat diterbitkan,” ujar Merandi saat ditemui, Rabu (8/4/2026).

Ia menambahkan, perangkat radar yang akan dipasang sebenarnya sudah siap digunakan. Tahapan yang tersisa saat ini hanya pekerjaan pembangunan sipil sebagai penunjang instalasi alat di lapangan.

“Secara teknis tidak ada kendala. Peralatan sudah siap dipasang. Namun kami menghormati proses administrasi yang sedang berjalan, sehingga saat ini kami menunggu hingga seluruh perizinan dinyatakan lengkap,” jelasnya.

Sesuai rencana awal, pemasangan radar dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 25 April 2026 di kawasan Pantai Manggar. Akan tetapi, dengan adanya hambatan perizinan, jadwal tersebut berpotensi mengalami penyesuaian.

Miliki Peran Strategis

Merandi menegaskan bahwa keberadaan radar maritim ini memiliki peran strategis, khususnya dalam mendukung sistem peringatan dini terhadap potensi bencana di wilayah pesisir.

“Alat ini diperuntukkan bagi keselamatan masyarakat luas. Salah satu manfaat utamanya adalah mendukung deteksi dini gelombang laut, termasuk potensi tsunami. Mengingat Pantai Manggar merupakan kawasan wisata, keberadaan alat ini menjadi sangat penting,” katanya.

Pemerintah daerah melalui dinas terkait diketahui masih melakukan kajian komprehensif guna memastikan bahwa pembangunan fasilitas tersebut tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan maupun aktivitas sosial di kawasan wisata.

Seiring meningkatnya kebutuhan akan sistem mitigasi bencana, kehadiran teknologi seperti radar maritim dinilai menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan masyarakat. Meski demikian, proses pembangunan tetap harus berjalan seiring dengan prinsip kehati-hatian, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan kelestarian lingkungan.

Pihak pelaksana berharap proses perizinan dapat segera rampung, sehingga pemasangan alat dapat dilakukan sesuai dengan tujuan awal, yakni meningkatkan keamanan dan keselamatan pengunjung serta masyarakat pesisir di Balikpapan.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses