Pemkot Balikpapan Waspadai Lonjakan Harga Jelang Ramadan
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Menjelang bulan suci Ramadan1447 H, harga sejumlah bahan pokok di Kota Balikpapan mulai menunjukkan tren kenaikan. Daging ayam ras dan cabai rawit menjadi dua komoditas yang paling terasa merangkak naik di pasar tradisional maupun ritel modern.
Berdasarkan data Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, inflasi Balikpapan pada pekan kedua Februari 2026 tercatat sebesar 0,30 persen. Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh harga daging ayam ras, tomat, dan cabai rawit.
Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan lonjakan harga ayam terjadi karena berkurangnya kiriman ayam beku dari Pulau Jawa serta terbatasnya suplai ayam segar dari peternak lokal. Di sisi lain, permintaan masyarakat mulai meningkat seiring mendekatnya Ramadan.
“Permintaan sudah mulai naik, sementara pasokan belum sepenuhnya stabil. Ini yang terus kami jaga agar tidak sampai terjadi lonjakan harga yang tajam,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Haemusri mengungkapkan, ketergantungan Balikpapan terhadap pasokan pangan dari luar daerah masih sangat tinggi. Lebih dari 90 persen kebutuhan pangan kota ini dipenuhi dari daerah lain, terutama Jawa dan Sulawesi.
“Produksi lokal, baik dari sektor hortikultura maupun peternakan, saat ini belum mencapai 10 persen dari total kebutuhan,” akunya.
Kenaikkan Biaya Logistik
Kondisi tersebut membuat harga pangan di Balikpapan sangat sensitif terhadap berbagai faktor, mulai dari gangguan distribusi antarpulau, cuaca di daerah penghasil, hingga kenaikan biaya logistik. Setiap hambatan pasokan berpotensi langsung berdampak pada harga di tingkat konsumen.
Untuk mengantisipasi hal itu, Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat koordinasi pasokan melalui kerja sama antarpelaku usaha yang direalisasikan secara teknis oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda).
Selain itu, pemantauan harga dan ketersediaan stok di pasar juga diperketat guna mencegah praktik spekulasi.
Meski beberapa komoditas seperti beras dan bawang merah tercatat mengalami penurunan harga. Pemerintah menilai stabilitas ayam ras dan cabai rawit tetap menjadi prioritas utama menjelang Ramadan.
Ketergantungan tinggi terhadap pasokan luar daerah dinilai sebagai pekerjaan rumah jangka panjang. Tanpa penguatan sektor pertanian dan peternakan lokal. Balikpapan diperkirakan akan terus menghadapi risiko fluktuasi harga setiap memasuki momentum hari besar keagamaan.
“Dengan Ramadan yang tinggal hitungan pekan, masyarakat berharap pasokan tetap aman dan harga bahan pokok dapat terkendali hingga Hari Raya Idulfitri,” tutupnya.***
BACA JUGA
