Putri Candrawathi dalam sidang (Suara.com/M Yasir)

Pengacara Komaruddin Sebut Putri Candrawathi Ikut Tembak Brigadir J

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pengacara keluarga Brigadir J, Komaruddin Simanjuntak menyebut tersangka Putri Candrawathi turut menembak Brigadir J atau Nofriansyah Yosua.

Komaruddin menyatakan, hal itu berdasarkan hasil investigasi yang dilakukannya, Istri Ferdy Sambo itu diduga ikut menembak Brigadir J menggunakan senjata buatan Jerman.

“Awalnya dibilang yang menembak suadara Richard Eliezer,” ujar Komaruddin saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk terdakwa Bharada E alias Richard Eliezer

“Tetapi kemudian kami temukan fakta baru bahwa yang menembak adalah Ferdy Sambo dan Richard Eliezer atau Bharada Richard Eliezer bersama dengan Putri Candrawathi,”

“Dua orang,” tanya hakim anggota menegaskan kesaksian Kamaruddin. 

“Tiga,” jawab Kamaruddin.  “PC terlibat menembak?” hakim anggota kembali bertanya. 

“Ya karena ada menggunakan senjata yang diduga buatan Jerman,” timpal Kamaruddin.  Itu dari investigasi saudara?” hakim anggota kembali menegaskan.

“Iya,” klaim Kamaruddin.

Dalam persidangan, Kamaruddin juga menyebut Putri sempat menggoda Brigadir J saat di Magelang, Jawa Tengah. Namun, Yosua tidak mau dan keluar. 

Ketua majelis hakim Wahyu Imam Santosa awalnya bertanya soal informasi terkait rencana pembunuhan terhadap Yosua yang Kamaruddin ketahui. 

“Saudara di awal menjelaskan kami mendapatkan informasi tidak boleh disebutkan identitasnya bahwa ini adalah pembunuhan. Boleh anda jelaskan spesifik apa yang anda ketahui?,” tanya Wahyu kepada Kamaruddin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa.

“Yang saya ketahui dan teman-teman saya berdasar investigasi bahwa ini pembunuhan berencana yang sudah direncanakan sejak di Magelang. Di Magelang itu ada informasi bahwa terdakwa PC menggoda almarhum,” jawab Kamaruddin. 

Namun, Brigadir J diklaim Kamaruddin menolak. Sampai pada akhirnya Kuat Maruf disebut menodongkan pisau kepada Yosua.

“Lalu almarhum tidak mau dan pergi keluar. Kemudian ada informasi lagi kami dapatkan bahwa terdakwa kuat maruf memegang pisau. Ditunjukan kepada almarhum,” katanya. 

Baca juga ini :  Update 25 Agustus 2020 : Bertambah 141 Kasus Positif Covid-19 di Kaltim, 167 Kasus Sembuh

Suara.com

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.