Perang Iran vs AS-Israel Hari ke-13: Harga Minyak Tembus $100 per Barel dan Ancaman Penutupan Selat Hormuz

Serangan udara Israel kembali mengguncang wilayah Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada Selasa (10/3/2026) (AP Photo/Bilal Hussein)
Serangan udara Israel kembali mengguncang wilayah Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada Selasa (10/3/2026) (AP Photo/Bilal Hussein)

DUBAI, Inibalikpapan.com – Dunia kini menghadapi babak baru ketegangan Timur Tengah yang kian ekstrem. Pemimpin Tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei (56), mengeluarkan pernyataan publik pertamanya pada Kamis (12/3/2026).

Mojtaba Khamenei bersumpah akan melanjutkan serangan terhadap negara-negara Arab di Teluk dan menggunakan penutupan Selat Hormuz sebagai alat tekan terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Mojtaba terpilih menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Israel pada akhir Februari lalu. Pernyataan yang dibacakan oleh penyiar TV pemerintah ini menjadi sinyal kuat bahwa Teheran tidak akan mundur meskipun dihujani sanksi dan serangan militer.

Strategi “Rasa Sakit Ekonomi” Global

Iran secara terang-terangan berupaya memberikan dampak ekonomi global yang berat agar AS dan Israel menghentikan bombardir mereka.

  • Harga Minyak Dunia: Efektivitas penutupan Selat Hormuz—jalur bagi seperlima minyak dunia—telah mendorong harga minyak Brent melonjak 9% hingga menembus $100 per barel (naik 38% sejak awal perang).
  • Ancaman Pangkalan AS: Mojtaba menyerukan negara-negara Teluk untuk menutup pangkalan militer AS, menyebut janji perlindungan dari Washington hanyalah “kebohongan”.

Hizbullah Hujani Israel 200 Roket

Ketegangan tidak hanya terjadi di daratan Iran. Di perbatasan utara Israel, faksi Hizbullah meluncurkan sekitar 200 roket dari Lebanon.

  • Serangan Balasan: Israel merespons dengan gelombang serangan udara di Beirut yang menewaskan 11 orang.
  • Peringatan Keras: Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengancam akan mengambil alih wilayah Lebanon jika pemerintah setempat tidak mampu menghentikan aktivitas militer Hizbullah.

Program Nuklir Iran

AS dan Israel secara eksplisit menyatakan bahwa tujuan utama perang ini adalah menghancurkan sisa-sisa program nuklir Iran. Israel melaporkan telah kembali menghantam fasilitas nuklir yang sempat dibangun ulang oleh Teheran setelah dihancurkan pada Oktober 2024.

3,2 Juta Orang Mengungsi

Badan pengungsi PBB (UNHCR) melaporkan dampak kemanusiaan yang mengerikan:

  • Iran: Sebanyak 3,2 juta orang terpaksa mengungsi dari Teheran dan kota-kota besar menuju wilayah pedesaan atau utara negara tersebut.
  • Lebanon: Sekitar 800.000 warga telah meninggalkan rumah mereka di Lebanon Selatan, memicu kekhawatiran akan krisis kemanusiaan besar di wilayah tersebut.

Skenario “Garis Akhir”

Presiden AS Donald Trump menyatakan melalui media sosial bahwa menghentikan ambisi nuklir Iran adalah prioritas yang jauh lebih tinggi daripada lonjakan harga minyak.

Meski Trump mengeklaim Iran sudah “hampir di akhir garis,” kenyataan di lapangan menunjukkan militer Iran masih mampu meluncurkan serangan drone ke pangkalan militer di Erbil, Irak, serta menyasar infrastruktur di Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi/ aljazeera

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses