Peringatan Isra Miraj di Balikpapan, Ustadz Sarbini Ajak Umat Islam Berdialog dengan Sains
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang digelar di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (28/1/2026), menghadirkan nuansa berbeda.
Selain penguatan spiritual, kegiatan ini mengajak umat Islam memahami peristiwa Isra Miraj dari perspektif sains dan perkembangan ilmu pengetahuan modern.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Posko Bantuan Hukum (Posbakum) Lawindo Balikpapan dengan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Balikpapan.
Acara yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Balikpapan itu dihadiri jajaran pengurus NU, tokoh masyarakat, organisasi perempuan, serta ratusan anggota Fatayat NU.
Hadir dalam kegiatan ini Tanfidziyah PCNU Kota Balikpapan KH Muslih Umar, S.Pd.I, Ketua Fatayat NU Kota Balikpapan Heni Elsafitri, Ketua Pelaksana Oki M. Alfiansyah, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam ceramahnya, Ustadz H. Sarbini, menyampaikan kajian Isra Miraj dengan pendekatan yang memadukan iman, Al-Qur’an, dan sains modern. Ia menegaskan bahwa Isra Miraj bukan hanya peristiwa keimanan, tetapi juga mengandung isyarat tentang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Isra Miraj memang peristiwa iman, tetapi di dalamnya terdapat isyarah atau pertanda bahwa pada suatu masa ilmu pengetahuan dan teknologi akan berkembang sangat pesat, dan sains justru akan menguatkan kebenaran peristiwa tersebut,” ujarnya.
Sarbini menjelaskan, perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha dapat dipahami melalui teori relativitas waktu dan kecepatan cahaya. Ia merujuk pada pemikiran ilmuwan modern, termasuk teori Albert Einstein dan pandangan Prof. Dr. Agus Purwanto yang mengkaji Isra Miraj dalam bingkai sains.
Menurutnya, konsep seperti relativitas waktu, teori Big Bang, hingga gagasan tentang pelipatan alam semesta telah lebih dahulu diisyaratkan dalam Al-Qur’an. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun cara berpikir umat Islam yang dinamis tanpa meninggalkan nilai-nilai keimanan.
Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Siti Khadijah, menegaskan bahwa peristiwa Isra Miraj menjadi fondasi penting pembentukan akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial melalui perintah shalat. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dalam memperkuat ketahanan keluarga serta perlindungan perempuan dan anak.
Peringatan Isra Miraj ini juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-129 Kota Balikpapan. Momentum tersebut memperkuat komitmen Balikpapan sebagai Mahdinatul Iman, kota yang tumbuh modern namun tetap menjunjung nilai keimanan, toleransi, dan keadilan sosial.***
BACA JUGA
