Pesta Kembang Api di Sejumlah Titik Balikpapan Batal, Kapolresta: Rayakan Tahun Baru dengan Doa Bersama
BALIKPAPAN, inibalikapan.com – Rencana pesta kembang api di sejumlah titik keramaian Kota Balikpapan pada malam pergantian Tahun Baru 2026 dipastikan tidak jadi digelar. Kegiatan tersebut dialihkan ke agenda yang lebih sederhana dan bermakna setelah adanya imbauan dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Balikpapan dan Pemerintah Kota Balikpapan.
Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Anton Firmanto, mengatakan perayaan Tahun Baru sebaiknya dimaknai dengan doa bersama keluarga maupun komunitas, sebagai bentuk refleksi dan harapan yang lebih baik ke depan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kota Balikpapan agar merayakan pergantian tahun dengan doa bersama, baik di lingkungan keluarga maupun kelompok masing-masing. Pemerintah Kota Balikpapan juga telah mengeluarkan imbauan serupa agar perayaan dilakukan secara sederhana dan penuh khidmat,” ujar Anton, Selasa (31/12).
Anton menjelaskan, sebelumnya terdapat empat titik di Balikpapan yang direncanakan menjadi lokasi pesta kembang api. Namun setelah dilakukan koordinasi dan penyampaian imbauan, seluruh rencana tersebut dialihkan ke kegiatan yang lebih bermanfaat secara sosial.
“Empat titik tersebut berada di kawasan BSB, Bos Mall, Platinum, dan Watu Beach. Alhamdulillah, pihak penyelenggara bersedia mengganti kegiatan dengan doa bersama serta aksi sosial,” jelasnya.
Menurut Anton, keputusan tersebut juga dilandasi pertimbangan empati terhadap saudara-saudara sebangsa yang tengah tertimpa musibah bencana alam di sejumlah daerah, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
“Kita harus berempati. Saudara-saudara kita sedang berduka, sehingga sebaiknya perayaan dilakukan tanpa euforia berlebihan. Ini juga menjadi bentuk kepedulian sosial kita bersama,” katanya.
Soroti Masalah Narkoba
Selain pengamanan malam Tahun Baru, Polresta Balikpapan turut menyoroti persoalan narkoba yang masih menjadi tantangan serius di kota ini. Anton menegaskan bahwa peningkatan kasus narkotika membutuhkan peran aktif masyarakat untuk memutus mata rantai peredarannya.
“Kenaikan kasus ini menunjukkan pentingnya peran masyarakat dalam memberikan informasi. Kami sangat berharap adanya kerja sama dan kepedulian bersama untuk melindungi Balikpapan dari bahaya narkoba,” tegasnya.
Saat ini, konsentrasi penanggulangan narkoba masih difokuskan di wilayah Balikpapan Barat. Polresta Balikpapan terus bersinergi dengan BNNK Balikpapan dan Pemerintah Kota Balikpapan melalui pendekatan pencegahan dan edukasi, khususnya kepada pelajar dan generasi muda.
“Kita tidak ingin generasi muda kita hancur akibat narkoba. Pencegahan harus dilakukan sejak dini, terutama kepada anak-anak sekolah,” ujarnya.
Untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, Polresta Balikpapan akan menggelar patroli gabungan pada malam pergantian tahun. Selain itu, razia bersama BNNK juga telah dilakukan sebagai langkah preventif guna menekan peredaran narkoba di wilayah kota.
“Kami berharap malam tahun baru di Balikpapan dapat berjalan aman, tertib, dan penuh makna,” pungkas Anton.***
BACA JUGA
