Presiden Prabowo Targetkan 100 Gigawatt Listrik Tenaga Surya dan Genjot BBM dari Singkong hingga Sawit

Presiden Prabowo dalam pidatonya saat menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/02/2026).
Presiden Prabowo dalam pidatonya saat menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/02/2026). (foto : Setneg)

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat transformasi energi guna mencapai kemandirian nasional. Dalam pernyataan tegasnya, Kepala Negara memerintahkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya secara masif serta akselerasi energi terbarukan lainnya.

Perintah tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri tasyakuran HUT ke-1 Danantara di Jakarta, Rabu (11/3/2026). Presiden menekankan bahwa Indonesia tidak boleh lambat dalam merespons dinamika global yang menuntut ketahanan energi.

Target Ambisius: 100 Gigawatt Tenaga Surya

Salah satu poin utama dalam transformasi ini adalah proyek elektrifikasi nasional berbasis energi hijau. Presiden Prabowo mematok target besar yang akan menjadi sorotan dunia.

“Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kita akan membangun 100 gigawatt tenaga surya. Itu sudah perintah saya, itu sudah keputusan saya. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa kita lebih cepat dan efektif,” ujar Presiden Prabowo.

BBM dari Kebun: Sawit, Singkong, hingga Tebu

Selain listrik, Presiden menyoroti potensi besar Indonesia dalam memproduksi bahan bakar nabati (biofuel). Kekayaan alam Indonesia dari sektor perkebunan dan pertanian akan dioptimalkan untuk menggantikan ketergantungan pada energi fosil.

Beberapa komoditas yang akan diakselerasi menjadi sumber BBM antara lain:

  • Kelapa Sawit: Melalui hilirisasi menjadi biodiesel dan produk turunan lainnya.
  • Singkong, Jagung, dan Tebu: Potensi pengolahan menjadi bahan bakar nabati.
  • Geotermal: Indonesia memiliki cadangan panas bumi terbesar kedua di dunia yang akan dieksploitasi lebih maksimal.

Menuju Kekuatan Energi Masa Depan

Presiden meyakini bahwa Indonesia berada pada posisi yang lebih menguntungkan dibandingkan banyak negara lain. Dengan percepatan ini, Indonesia tidak hanya mengincar swasembada energi di dalam negeri, tetapi juga memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam peta energi global masa depan.

“Ini memaksa kita akselerasi. Kita punya banyak alternatif. Kita yakin bahwa kita atasi masalah ini,” imbuhnya.  (BPMI Setpres)

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses