Program MBG di Balikpapan Tunggu Arahan Pusat, Kumpulkan Data Alergi Pada Anak

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden RI, Prabowo Subianto, masih belum dimulai di Kota Balikpapan. Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan pelaksanaannya sesuai arahan pemerintah pusat.

“Kewenangan pelaksanaannya ada di BGN. Kami sudah menyelesaikan tugas kami, seperti memberikan pelatihan dan pemeriksaan lapangan. Sekarang, kami menunggu langkah berikutnya dari BGN,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan, Alwiati, saat diwawancarai usai acara Coffee Morning di Aula Balaikota Balikpapan, Sabtu (20/1).

Dinkes Kota Balikpapan juga memastikan bahwa para penjamah makanan telah memahami cara memproduksi makanan yang aman dan sehat. Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi masalah seperti keracunan makanan.

“Kami mencegah kemungkinan terburuk. Semua penjamah makanan telah diberi pelatihan, dan pengawasan akan terus dilakukan saat program berjalan nanti,” tambah Alwi.

Sebagai langkah persiapan, Dinkes telah mengumpulkan data alergi setiap anak penerima manfaat untuk memastikan bahwa makanan yang disediakan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Sementara itu, Asisten Bidang Administrasi Umum Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG masih menunggu pengiriman wadah penyajian dari pemerintah pusat.

“Pelaksanaan akan dimulai dari wilayah Balikpapan Selatan. Ada tiga katering yang ditunjuk pemerintah pusat untuk melayani program ini. Sekolah penerima manfaat juga sudah ditentukan,” jelasnya.

Tujuh sekolah yang akan menjadi penerima manfaat program ini meliputi SD 010, SD 015, SD 016, SMP 18, SMP 26, serta dua sekolah dari SD Nurul Ilmi. Total ada 3.335 anak yang akan menerima manfaat MBG di tahap awal pelaksanaannya.

Program ini diharapkan dapat segera berjalan untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak di Balikpapan. Sekaligus menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses