Soroti Delay dan Infrastruktur Bandara, Menhub Dudy Targetkan Transformasi Penerbangan 2026
JAKARTA, Inibalikpapan.com – Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan perlunya percepatan transformasi di sektor penerbangan nasional. Di tengah era keterbukaan informasi, Menhub memperingatkan bahwa setiap gangguan layanan kini langsung menjadi konsumsi publik dan berpotensi meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap industri dirgantara Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Menhub dalam acara Aviation Sharing Session di Jakarta, Kamis (5/3/2026), yang dihadiri oleh pimpinan BUMN, operator bandara, dan maskapai penerbangan.
Sorotan Isu Utama: Delay hingga Harga Avtur
Menhub Dudy memetakan sejumlah tantangan krusial yang harus segera dijawab oleh para pelaku industri, antara lain:
- Masalah Klasik: Keterlambatan penerbangan (flight delay) yang masih sering terjadi.
- Fasilitas: Infrastruktur bandara yang belum sepenuhnya optimal menampung kebutuhan penumpang.
- Dinamika Eksternal: Fluktuasi harga bahan bakar avtur yang tinggi serta kebutuhan investasi teknologi yang mahal.
“Transformasi ini bukan pilihan, tapi keharusan untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi operasional, dan kualitas layanan masyarakat,” ujar Menhub, dikutip dari laman Dephub.
Dua Strategi Baru: Smart Aviation dan Airportpreneurship
Dalam upaya memperkuat daya saing, pemerintah mendorong dua konsep inovatif dalam transformasi penerbangan:
- Smart Aviation: Penguatan digitalisasi layanan di seluruh aspek penerbangan untuk meningkatkan akurasi dan ketepatan waktu.
- Airportpreneurship: Mengembangkan bandara agar tidak hanya menjadi tempat naik-turun penumpang, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru (pusat bisnis dan komersial).
Empat Pilar Utama Keselamatan & Layanan
Pemerintah menetapkan empat faktor fundamental yang wajib dipatuhi oleh regulator maupun operator:
- Safety and Security: Keselamatan tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
- Sinergi dan Kolaborasi: Menghilangkan ego sektoral antar pemangku kepentingan.
- Detail Operasional: Memperhatikan setiap aspek kecil dalam pelayanan penumpang.
- Kesiapsiagaan: Selalu siap menghadapi ketidakpastian global dan dinamika industri.
“Transformasi tidak bisa dilakukan secara parsial. Butuh kerja sama erat antara regulator dan operator agar industri ini berkelanjutan,” imbuh Menhub.
BACA JUGA
