Stok BBM Nasional Hanya untuk 21 Hari, Rahmat Gobel: Pemerintah Harus Terbuka dan Percepat Investasi Kilang
SURABAYA, Inibalikpapan.com – Anggota Komisi VI DPR RI, Rahmat Gobel, menanggapi pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengenai cadangan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri yang saat ini hanya bertahan untuk 21 hari. Gobel menilai keterbukaan pemerintah ini sangat krusial untuk membangun kepercayaan publik di tengah ketidakpastian global.
Dalam kunjungan kerja reses Komisi VI DPR ke Surabaya, Jumat (6/3/2026), Gobel menekankan bahwa kejujuran mengenai kondisi cadangan energi nasional merupakan bentuk edukasi sekaligus momen pembelajaran bagi seluruh elemen bangsa.
Dampak Konflik Timur Tengah Terhadap Pasokan Global
Politisi Fraksi Partai NasDem ini menyoroti bahwa ketegangan di kawasan Timur Tengah—termasuk konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat—telah memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas pasokan energi dunia, mulai dari minyak, gas, hingga listrik.
“Ini menjadi pengalaman penting bagi kita untuk melihat apa yang masih kurang dan apa pekerjaan rumah yang harus segera kita selesaikan,” ujarnya, dikutip dari laman DPR.
Pekerjaan Rumah: Percepatan Investasi Kilang dan EBT
Untuk memperkuat ketahanan energi nasional, Gobel mendorong pemerintah, PLN, dan Pertamina untuk segera mengambil langkah-langkah strategis. Ia menitikberatkan pada dua poin utama:
- Pembangunan Kilang (Refinery): Mempercepat investasi pada sektor pengolahan energi untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan luar negeri.
- Energi Baru Terbarukan (EBT): Mengembangkan sumber energi alternatif sebagai pilar ketahanan jangka panjang.
- Iklim Investasi: Pemerintah wajib menciptakan iklim investasi yang kondusif agar proyek strategis energi dapat berjalan lebih cepat.
Himbauan: Hemat Energi dan Hindari Panic Buying
Kepada masyarakat, Gobel berpesan agar menyikapi situasi ini dengan bijak tanpa perlu merasa panik berlebihan. Ia menegaskan pentingnya edukasi agar masyarakat tidak melakukan penimbunan atau pembelian BBM dalam jumlah besar yang tidak perlu.
“Masyarakat perlu diajak untuk mulai berhemat dalam penggunaan energi. Jangan sampai terjadi panic buying atau penimbunan BBM yang justru akan memperparah kondisi di lapangan,” tegas Gobel.
Sebagai negara besar, Indonesia diharapkan mampu memperkuat sistem energinya agar lebih tangguh dan tidak mudah goyah oleh dinamika geopolitik global di masa depan.
BACA JUGA
