Tarawih di BIC Diprediksi Membludak, Parkiran Tak Lagi Gelap
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Menjelang Ramadan 2026, Masjid Madinatul Iman atau Balikpapan Islamic Center (BIC) mulai bersolek lebih serius dari biasanya. Pengurus tak ingin jamaah terganggu oleh persoalan klasik seperti suara kurang jelas atau parkiran yang minim penerangan saat tarawih usai.
Ramadan di BIC bukan sekadar rutinitas ibadah. Setiap tahun, ribuan warga Balikpapan memadati masjid terbesar di kota ini. Ruang utama cepat penuh, pelataran meluber, dan kendaraan memenuhi area parkir hingga malam.
Dalam kondisi seramai itu, persoalan teknis kecil bisa terasa besar.
Ketua Pengurus BIC, Yusri Ramli, mengatakan pembenahan dilakukan lebih awal agar jamaah bisa beribadah dengan tenang dan khusyuk.
“Kami tidak ingin jamaah terganggu hanya karena lampu parkir mati atau suara tidak terdengar jelas. Ramadan harus nyaman,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Sound system menjadi perhatian utama. Pengurus bahkan mengundang tenaga ahli untuk mengecek seluruh perangkat tata suara. Hasilnya, sebagian besar perangkat masih layak dan bisa dioptimalkan tanpa perlu penggantian besar-besaran.
Langkah ini penting karena saat ceramah dan khutbah Ramadan, jamaah tak hanya memenuhi bagian dalam masjid, tetapi juga hingga area luar. Suara yang merata menjadi kunci agar pesan keagamaan tersampaikan dengan baik.
Tak hanya itu, penerangan di pelataran dan area parkir juga dievaluasi. Sejumlah lampu dalam ruangan telah diganti, sementara jaringan listrik di area luar masih dalam pengecekan. Beberapa titik yang sebelumnya redup menjadi prioritas perbaikan.
Pengurus ingin memastikan tidak ada lagi sudut gelap saat jamaah membubarkan diri usai tarawih malam hari.
Lokasi masjid yang berada di Kelurahan Gunung Bahagia dengan 59 RT membuat pergerakan warga meningkat drastis selama Ramadan. Arus kendaraan dan pejalan kaki memadati kawasan sekitar masjid hampir setiap malam.
Fasilitas air bersih, tempat wudu, dan toilet juga disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan jamaah. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan malam-malam awal Ramadan selalu menjadi puncak kepadatan.
Ramadan tahun ini, BIC mengangkat tema “Harmoni Ramadan”. Bagi pengurus, tema ini bukan sekadar slogan, tetapi komitmen agar masjid benar-benar menjadi rumah bersama umat di Balikpapan.
Di tengah geliat kota yang terus berkembang, Masjid Madinatul Iman tetap menjadi titik temu spiritual warga. Dan ketika Ramadan tiba, ribuan langkah akan kembali menuju BIC mencari tenang, mencari makna.
Dengan pembenahan yang dilakukan lebih dini, pengurus berharap Ramadan 2026 di Balikpapan bukan hanya ramai, tetapi juga lebih tertib, aman, dan khusyuk.***
BACA JUGA
