TP PKK Kaltim Apresiasi PKK Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Tekan Stunting
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Sekretaris Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kalimantan Timur, Dian Melati, menyampaikan apresiasi atas pelantikan pengurus TP-PKK Kota Balikpapan periode 2025–2030.
Kepengurusan yang baru diharapkan mampu membawa PKK Balikpapan semakin maju, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan keluarga serta masyarakat.
Dian Melati menegaskan TP-PKK memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun ketahanan keluarga. Karena itu, ia mendorong agar PKK tidak hanya menjalankan kegiatan seremonial, tetapi menghadirkan program-program konkret yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Semoga TP-PKK Kota Balikpapan semakin sukses, semakin maju, dan mampu melahirkan inovasi yang bisa ditularkan hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, bahkan dasa wisma,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara TP-PKK Kota Balikpapan dan TP-PKK Provinsi Kalimantan Timur. Menurutnya, keselarasan program akan memperkuat pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, terutama di bidang kesehatan keluarga, pendidikan, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan perempuan.
“PKK bukan sekadar organisasi pendamping, melainkan motor penggerak perubahan sosial. Ketika PKK kuat, keluarga akan kuat. Dan jika keluarga kuat, daerah pun akan maju,” tuturnya.
Dian Melati turut mengapresiasi Ketua TP-PKK Kota Balikpapan Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud beserta jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia menilai susunan kepengurusan yang terbentuk solid dan memiliki potensi besar menjadikan PKK Balikpapan sebagai rujukan bagi daerah lain di Kalimantan Timur.

Peduli Generasi Muda
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kolaborasi guna mengoptimalkan program prioritas, khususnya dalam menekan angka stunting di tengah keterbatasan anggaran.
“Dengan kondisi efisiensi anggaran, kami melibatkan OPD-OPD terkait agar program PKK tetap berjalan dan selaras dengan program masing-masing OPD,” jelasnya usai pelantikan.
Hj Nurlena juga dilantik sebagai pembina Posyandu. Menurutnya Nurlena menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mengingat Posyandu memiliki enam subsektor terintegrasi, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga lingkungan hidup.
Saat ini, penanganan stunting menjadi fokus utama TP-PKK Balikpapan. Ia bersyukur angka stunting di Kota Balikpapan terus menurun signifikan, dari 22,8 persen menjadi sekitar 17–18 persen, mendekati target nasional.
Untuk mempercepat penurunan tersebut, TP-PKK bersama kader Posyandu, Dinas Kesehatan, dan DP3KB menginisiasi layanan door to door dengan menyasar langsung keluarga rawan stunting.
“Kami hadir langsung membawa makanan bergizi, dokter, dan bidan sesuai kebutuhan keluarga. Terutama di wilayah Balikpapan Barat yang banyak pendatang,” ungkapnya.
Selain stunting, TP-PKK Balikpapan juga memberi perhatian pada isu literasi dan pembinaan generasi muda, seiring peran strategis Balikpapan sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami ingin generasi muda Balikpapan tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing. Dengan cinta dalam pengabdian. PKK akan terus hadir untuk keluarga dan masa depan daerah,” tutup Nurlena.***
BACA JUGA
