TPU Taman Merdeka Kampung Baru Balikpapan Semakin Padat, Warga Harap Penataan Lebih Baik

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Area TPU Taman Merdeka Kampung Baru, Balikpapan Barat setiap menjelang bulan suci Ramadan mulai dikunjungi warga yang ingin melakukan ziarah kubur.

Seperti dari pantauan media, Selasa (17/2/2026) warga mulai ramai datang ke TPU yang berada dipesisir Balikpapan Barat ini. Kondisi TPU yang berada dilahan berbukit dan tampak penuh dengan nisan-nisan batu dan kayu sempat menyulitkan warga yang ingin berziarah.

Sejumlah makam tampak dibangun dengan berbagai bentuk dan warna. Ada yang menggunakan keramik, beton permanen, hingga pagar besi. 

Seorang warga yang tengah berziarah mengungkapkan harapannya agar pengelolaan pemakaman dapat dilakukan lebih tertata. Menurutnya, selain sebagai tempat peristirahatan terakhir, area tersebut juga menjadi ruang refleksi bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Kami berharap ada penataan yang lebih rapi dan akses jalan yang lebih aman, karena letaknya di lereng cukup curam,” ujar Andi.

Kondisi geografis Balikpapan yang berbukit memang menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan lahan pemakaman. Keterbatasan ruang membuat makam dibangun berundak mengikuti kontur tanah. Saat musim hujan, risiko longsor dan erosi menjadi perhatian warga sekitar.

Dibutuhkan Penataan Kawasan

Di sisi lain, lokasi pemakaman yang menghadap laut memberikan suasana tersendiri bagi para peziarah. Semilir angin dan panorama kapal-kapal yang melintas di kejauhan menghadirkan nuansa hening dan reflektif. Bagi sebagian orang, suasana tersebut menjadi pengingat akan siklus kehidupan yang terus berjalan.

Pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan pendataan dan perencanaan jangka panjang terkait kebutuhan lahan pemakaman di Balikpapan. Penataan yang baik dinilai penting, tidak hanya untuk kenyamanan peziarah, tetapi juga demi menjaga keamanan lingkungan sekitar.

Keberadaan pemakaman di tengah permukiman padat juga memerlukan perhatian terhadap akses jalan, drainase, serta kebersihan kawasan. Dengan pengelolaan yang terencana, area ini tidak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga ruang yang tertib dan terhormat bagi seluruh warga.

Di tengah hiruk pikuk pembangunan kota, pemakaman menjadi pengingat sunyi bahwa setiap kehidupan memiliki akhir. Dari sana, tersimpan pesan tentang kebersamaan, kehilangan, dan cinta yang tetap hidup dalam doa-doa keluarga yang datang silih berganti.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses