130 Pelajar Balikpapan Dikenalkan Dunia Kilang, Pertamina Dorong Minat ke Sektor Energi

Sebanyak 130 pelajar dari berbagai SMA di Balikpapan mengikuti kegiatan “Universitas Pertamina Goes to Kilang RU V” yang digelar di Gedung Banua Patra, Minggu (20/4/2026).
Sebanyak 130 pelajar dari berbagai SMA di Balikpapan mengikuti kegiatan “Universitas Pertamina Goes to Kilang RU V” yang digelar di Gedung Banua Patra, Minggu (20/4/2026). Foto: PPN Kilang Balikpapan

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Kilang Balikpapan jadi titik awal perubahan cara pandang 130 pelajar SMA di Balikpapan. Bukan sekadar sosialisasi kampus, mereka diajak melihat langsung realita industri energi—dari peluang karier hingga tantangan kerja yang jarang dibahas di bangku sekolah.

Sebanyak 130 pelajar dari berbagai SMA di Balikpapan mengikuti kegiatan “Universitas Pertamina Goes to Kilang RU V” yang digelar di Gedung Banua Patra, Minggu (20/4/2026).

Bagi sebagian siswa, ini bukan sekadar acara kampus. Ini pertama kalinya mereka mendapat gambaran nyata tentang dunia kerja di sektor energi—industri yang selama ini terasa jauh dan abstrak.

Salah satu peserta, Cleo, mengaku sebelumnya belum punya gambaran jelas soal dunia kuliah, apalagi sektor energi.

“Kegiatannya sangat menarik dan membuka wawasan kami tentang dunia perkuliahan dan industri. Kami jadi lebih termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Pertamina,” ujarnya.

Pengalaman ini jadi penting, terutama bagi siswa yang masih bingung menentukan jurusan dan karier ke depan.

Realita Dunia Kerja Energi: Tidak Hanya Teori

Manager Engineering & Development Kilang Balikpapan, Febrian Dwi Prastyo, menegaskan bahwa industri energi membutuhkan SDM yang siap menghadapi kondisi lapangan.

Bukan hanya soal nilai akademik, tapi juga kemampuan adaptasi, kesiapan kerja di lingkungan industri, dan pemahaman teknis sejak dini.

“Dunia kerja itu berbeda dengan teori di kelas. Kegiatan ini jadi jembatan awal agar siswa tidak kaget,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Universitas Pertamina mencoba mendekatkan dunia kampus dengan kebutuhan industri.

Manajer Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni, Tegar Nurwahyu Wijaya, menjelaskan bahwa pendidikan energi kini tidak lagi berdiri sendiri.

“Kami ingin memberikan gambaran nyata kepada siswa bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga terhubung langsung dengan praktik industri. Universitas Pertamina hadir untuk menyiapkan talenta unggul yang siap berkontribusi di sektor energi dan pembangunan nasional,” katanya.

Antusias Tinggi: Dari Tanya Karier Sampai Gaji Industri

Suasana diskusi berlangsung aktif. Para siswa tidak hanya bertanya soal kampus, tetapi juga peluang kerja di sektor energi, jalur karier setelah lulus, kehidupan kerja di kilang, hingga realita lapangan yang dihadapi pekerja.

Kegiatan makin hidup dengan sesi interaktif dan games edukatif yang membuat suasana lebih santai dan terbuka.

Kegiatan ini memberi manfaat langsung bagi siswa untuk mengenal industri energi sejak dini, memahami arah kuliah berbasis kebutuhan kerja, membuka wawasan peluang karier di Kalimantan Timur, dan meningkatkan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Di tengah perkembangan kawasan, termasuk dorongan pembangunan di Kalimantan Timur, kebutuhan tenaga kerja sektor energi diperkirakan terus meningkat.

Sinergi antara industri dan pendidikan seperti ini diharapkan terus berlanjut.

Bagi Balikpapan, ini bukan sekadar kegiatan edukasi. Tapi langkah awal menyiapkan generasi muda yang siap terjun ke dunia kerja—bahkan bersaing di level nasional hingga global.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses