Gedung KPK / ilustrasi
Gedung KPK / ist

KPK Sita Aset Tersangka Pencucian Uang Mantan Pejabat Pajak

JAKARTA, Inibalikpapa.com – Penyidik KPK menyita aset-aset tersangka kasus pencucian uang, Angin Prayitno, mantan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Total aset yang disita KPK nilainya mencapai Rp 57 miliar. Adapun aset tersebut berupa bidang tanah dan bangunan

“Tim penyidik telah melakukan penyitaan berbagai aset yang diduga terkait dengan perkara, “kata Plt Juru Bicara KPK Ali dilansir dari suara.com jaringan inibalikpapan.com

“Di antaranya berupa bidang tanah dan bangunan. Sejauh ini aset-aset yang telah disita tersebut bernilai ekonomis sekitar Rp 57 miliar,”

Angin Prayitno diduga dengan sengaja menyembunyikan harta kekayaannya dari hasil tindak pidana korupsi.

“Kuat adanya kesengajaan tersangka APA (Angin Prayitno Aji) dalam menyembunyikan hingga menyamarkan asal usul harta kekayaannya yang diduga dari hasil tindak pidana korupsi,” kata Ali.

Angin Prayitno sebelumnya, diketahui sudah divonis bersalah dalam kasus suap perpajakan tahun 2016-2017.Di vonis 9 tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta, subsider tiga bulan penjara.

Angin juga dalam putusannya harus membayar uang pengganti sebesar Rp3.375.000.000 dan 1.095.000 dollar Singapura.

Dalam dakwaan Jaksa KPK, Angin dan Dandan Ramdhani terbukti merekayasa hasil perhitungan terhadap wajib pajak. Keduanya, menerima suap mencapai Rp 15 miliar dan 4 juta dolar Singapura atau setara dengan total Rp 57 miliar.

Angin dan Dandan dibantu merekayasa perhitungan wajib pajak bersama Wawan Ridwan, Alfred Simanjuntak, Yulmanizar, dan Febrian selaku tim pemeriksa pajak.

Mereka diduga mendapat suap dari Wajib Pajak PT. Gunung Madu Platantions (GMP) untuk tahun pajak 2016. Wajib pajak PT. Bank Pan Indonesia (PANIN) Tbk untuk tahun pajak 2016. Terakhir wajib pajak PT. JB untuk tahun 2016 dan 2017.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.