Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan saat melakukan monitoring ke RT-RT

Bagikan Sembako, Cara Satgas RT Bantu Warga Terpapar Covid-19

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Penerapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di lingkungan pemukiman warga terutama zona orange dan kuning sudah dilakukan sejak awal pandemi.

Seperti yang terjadi di RT 24 dan 25 Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara dilakukan secara gotong royong. Bahkan mereka sudah mendirikan posko sebelum diberlakukan PPKM mikro.

“Ini adalah wujud nyata berbuat bantu masyarakat terutama di tengah Pandemi. Posko ini sebelum PPKM kami sudah aktif dari 2020 pertama pandemi kami giat penanganan covid,” ujar Ketua RT 25 Kelurahan Graha Indah, Sidiq Nur Alam saat menerima kunjungan satgas covid kota dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan PPKM Mikro, Rabu (24/02/2021).

Dikatakan Sidiq, di Perumahan Taman Bukit Sari ini ada dua RT yakni RT 24 dan 25 Graha Indah yang totalnya ada 2 ribu KK, adapun warga yang terkonfirmasi covid-19 cukup banyak disini, baik yang sudah sembuh maupun masih terpapar.

“Mereka rata-rata berdomisili disini, tapi Sudah kami tangani melalui satgas RT,”ujarnya

Adapun mereka yang terkonfirmasi positif totalnya hingga sekarang 90 orang, diantaranya sembuh 79 orang, isolasi mandiri 10 orang dan 1 orang meninggal. “Kami juga sudah mendirikan posko dan selalu berikan paket sembako bagi isolasi mandiri,” akunya.

Selain itu pemberian paket sembako agar mereka disiplin supaya tidak berkeliaran di lingkungan perumahan. “kami juga dibantu pihak puskesmas yang memberikan vitamin dan pengobatan,” imbuhnya.

Meski begitu ada beberapa kendala yang dihadapi Satgas di RT yakni kekurangan peralatan dan insentif supaya PPKM mikro di RT bisa berjalan.

“Ya kami berharap supaya bisa bantu. Apalagi belum tau sampai kapan covid ini, kami akan terus laksanakan sampai masuk zona hijau,” tuturnya.

Baca juga ini :  Chevron Apresiasi Upaya Pemerintah Tingkatkan Investasi Migas

Sidiq mengakui pada awal Januari lalu tingkat kesembuhan di lingkungan mereka cukup tinggi, tapi kembali meningkat di bulan februari ini. Tapi tetap bersyukur meski wilayahnya cukup luas tapi akses pintu masuk terbatas.

“Bagi yang terpapar covid kami bantu sembako yang diberikan seminggu sekali tiap hari selasa, dan proses penyemprotan terus dilakukan sekali dalam seminggu, warga juga diminta jujur kalau memang terpapar covid-19,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.