Anggota DPRD Kota Balikpapan Taufiqurahman

Banyak Temuan, Gedung Parkir Klandasan Disebut Tidak Layak

BALIKPAPAN, Inibalikpapan – Anggota DPRD Kota Balikpapan Taufiqurahman menilai, Gedung Parkir Klandasan (GPK) tidak layak. Karena banyak temuan dari hasil investigasi yang dilakukannya. Dia bahkan menyatakan akan mengajak jurnalis untuk melakukan sidak bersama.

“Saya kan bawa teman-teman untuk kita sidak Gedung Parkir nanti setelah (pembentukkan) Alat Kelengkapan Dewan (AKD), mudah-mudahan saya sudah di Komisi III, kita sidak nanti,” ujarnya.

Anggota DPRD dari PKB itu mengungkapkan akan membeberkan semua temuan hasil investigasinya. KArena dia menilai ada permainan dibalik pembangunan gedung yang menelan anggaran APBD Kota Balikpapan senilai Rp 98 miliar itu.

 “Kenapa itu tidak layak? Nanti akan banyak jadi temuan, kenapa jadi temuan, nanti saya kasih liat, ini yang tidak bener. Karena saya sudah investigasi, kemarin saya sudah investigasi (sebelum dilantik jadi anggota dewan) banyak (temuannya),” ujarnya

“Pasti ada permainan, permainan dalam segi bangunan atau apa. Sangat tidak layak. Kita juga belum tahu kekuatan gedung tersebut. Seharusnya dalam pengawasan itu Dinas Pekerjaan Umum (PU),”

Salah satu yang menjadi temuannya, yakni kendaraan khususnya roda empat tidak bisa langsung masuk. Pasalnya, kendaraan roda empat harus melakukan maneuver hingga tiga kali baru bisa masuk. Padahal jarak untuk masuk dari jalan hanya sekitar satu meter

“Salah satunya masalah jalan (masuknya), lebarnya, titik mutarnya, saya kemarin di undang acara KKSS disitu pake mobil H. Haris anggota dewanjuga, berdua, maneuver tiga kali baru bisa naik. itu sebagian besar masalahnya,” ujarnya.

“Kalau jarak cuma satu meter kenapa mobil kita harus maneuver dulu, maju, mundur baru naik keatas, apakah itu layak gedung parkir, coba kalau kita masuk ke BC (Plza Balikpapan), adakah begitu, langsung saja plong,”

Baca juga ini :  Menunggak Pajak, Aset 13 Wajib Pajak di Kaltim dan Kaltara Disita

Dia pun heran, kenapa pembangunan Gedung Parkir tersebut, dullu dilanjutkan, jika untuk masuk saja kendaraan akan sangat kesulitan. Sehingga warga pun enggan untuk memarkirkan kendaraannya di Gedung Parkir itu.

“Justru itu kenapa? Kok bisa terjadi, dan mereka sudah tahu sebenarnya, kenapa koq tetap dilanjutkan pembangunan tersebut. Kalau itu layak gedung parkir, saya rasa orang-orang akan parkir disitu, kita lihat sendiri, kenapa orang malas parkir disitu,” ujarnya

“Tempatnya, posisinya, pada saat masuk ke dalamnya coba aja pakai mobil saya mau lihat kalau jalannya itu langsung begitu kamu tikung masuk, saya anggap (hebat), saya jempol . Mau lihat bagaimana? Tetap harus manuver,”

Temuan lainnya kata dia, bukan saja banyak bocor, meski baru empat tahun dibangun. Dalam bangunan gedung seperti plafon dianggapnya tak sesuai. Para pedagang kata dia, juga pasti enggan untuk menempati kios yang ada dalam gedung parkir tersebut.

“Temuan lainnya, perawatannya. Saya begitu masuk, gak karu-karuan pembangunannya, bukan hanya banyak bocor, dia punya bikin plafon itu sudah gak sesuai, kalau saya (lihat) bentuk bangunan,” ujarnya

“Sekarang mau dipindahkan seluruh yang ada disini, orang jualan kesitu saya rasa berat juga. Kalau bicara anggaran saya belum memahaminya, tapi kalau dalam study kelayaknnya memang gak layak gedung parkir.”

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.