Bawa Ruh Kaltim ke Kancah Nasional, Teater Yupa Unmul Gelar Pentas Pamit “WEHEA (?)” Sebelum Bertolak ke Malang
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Yupa Universitas Mulawarman (Unmul) siap menggebrak panggung teater mahasiswa tingkat nasional. Sebagai persiapan akhir menuju Festival Teater Mahasiswa Nasional (Festamasio) XII di Malang, kelompok teater kebanggaan Samarinda ini akan menyuguhkan Pentas Pamit bertajuk “WEHEA (?)”.
Lakon ini bukan sekadar pertunjukan panggung biasa, melainkan sebuah representasi budaya dan kegelisahan sosial yang lahir dari tanah Kalimantan Timur.
Representasi Budaya Lewat Lakon “WEHEA (?)”
Naskah asli karya Ayyub Gasak ini diadaptasi dan disutradarai langsung oleh Febriana Dirot. Melalui tangan dinginnya, lakon “WEHEA (?)” diharapkan mampu membawa identitas dan ruh Kaltim ke hadapan publik teater nasional. Judul yang disertai tanda tanya tersebut seolah menjadi teka-teki yang mengajak penonton menyelami pesan tentang identitas, kegelisahan, dan harapan.
Ketua UKM Teater Yupa, Jumriani, menegaskan bahwa keikutsertaan mereka di Festamasio XII adalah ajang pembuktian kreativitas mahasiswa Unmul di level tertinggi.
“Melalui ‘WEHEA (?)’, kami ingin menunjukkan bahwa karya dari Kaltim mampu berbicara banyak di kancah nasional. Kami memohon doa restu dari seluruh masyarakat Kalimantan Timur agar langkah kami di Malang nanti diberi kelancaran,” ujar Jumriani.
Persiapan Matang Menuju Festamasio XII
Pimpinan Produksi, Ummi Humaeroh, menyoroti bahwa pementasan ini merupakan hasil kerja keras kolektif yang matang. Pentas Pamit ini bertujuan untuk menguji mentalitas tim sekaligus menghimpun dukungan moril dari masyarakat kampus dan warga Kaltim sebelum bertanding pada 19-25 April 2026 mendatang.
“Dukungan dan doa dari rekan-rekan di Kaltim adalah bekal utama bagi kami. Kehadiran kalian di Pentas Pamit sangat berarti bagi mentalitas tim yang akan berjuang membawa nama daerah,” ungkap Ummi.
Jembatan Identitas ke Panggung Nasional
“WEHEA (?)” menjadi simbol keberanian mahasiswa Unmul dalam menyuarakan isu-isu lokal melalui seni peran. Lebih dari sekadar kompetisi, pementasan ini adalah pesan dari Kalimantan Timur yang siap digaungkan lebih luas di Malang.
Masyarakat Samarinda dan sekitarnya diharapkan hadir memberikan dukungan langsung dalam Pentas Pamit ini sebagai energi tambahan bagi kontingen Teater Yupa untuk mengharumkan nama Benua Etam di panggung Festamasio XII. / Pemprov
BACA JUGA
