Bermodalkan Sumur Bor, Muafi Bantu Warga Penuhi Pasokan Air Bersih

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Ditengah kesulitan warga Balikpapan mendapatkan pelayanan air bersih, apa yang dilakukan Muafi (49) warga RT 39 Gunung Sari Ulu ini patut diapresiasi.

Pasalnya, pria ramah ini mampu memanfaatkan sumur bor untuk keperluan air bersih sehari-hari bukan untuk pribadi sendiri tapi juga disalurkan ke rumah-rumah warga.

“Awal mula itu buat sumur bor tahun 2013 silam, termasuk beli tandon 3 buah dengan berbagai ukuran dan membuat bak penampungan untuk penyaring air sumur bor,” ujar Muafi kepada Inibalikpapan.com, Selasa (30/1/2024).

Muafi menambahkan, untuk modal yang digunakan memang cukup besar, untuk buat sumur bor dengan kedalaman 100 meter dan pemasangan pipanya, dirinya harus membayar Rp 25 juta. Belum lagi untuk membeli 3 tandon dengan kisaran harga Rp 1,5 juta hingga Rp 3,5 juta dan membuat bak penampungan penyaring.

Dan terakhir pembuatan bak penampungan 3×6 dengan kedalaman 8 meter dengan biaya lebih dari 10 juta. Bak penampungan air ini ditutup dengan jaring hitam untuk keaman dan kebersihan air dari sampah.

“Modalnya besar juga, tapikan kami butuh air bersih untuk keperluan sehari-hari,” akunya.

Apalagi air sumur bor yang dibuatnya juga dirasakan warga sekitar, dimana dulu warga hanya bermodalkan pipa sendiri bisa menikmati air bersih ke rumah-rumah masing-masing, tapi sekarang dirinya sudah memasangkan alat kilometer, sehingga tahu kapasitas pemakaian air setiap rumah.

“Satu kubik saya cuma kasih Rp 15 ribu,” ujarnya.

Sebelumnya diakui meski airnya berlimpah namun kualitas air belum bagus karena kuning dan berbau. Namun belum lamanya ini dia memanfaatkan bahan material untuk penyaringan seperti pasir laut, batu karang dan ijuk. Sehingga sekarang ini kualitas airnya layak pakai untuk MCK termasuk minum.

Baca juga ini :  DPRD Balikpapan Minta Pemkot Serius Tangani Banjir

Lanjut Muafi, sebelumnya beban warga untuk memenuhi kebutuhan air sangat tinggi dengan membeli menggunakan tandon.

“Kasihan warga kalau mereka beli air tandon itu harganya cukup mahal sekitar Rp 90 ribu satu tandon ukuran 1.200 liter. Itupun hanya cukup 3 hari, bagaimana kalau sebulan, cukup besar biayanya cuma untuk beli air tandon. Coba kalikan saja biayanya” katanya.

Muafi mengaku senang dengan hasil karyanya ini karena bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar yang sudah lama kesulitan air karena berada di daerah perbukitan. ” Ya alhamdulillah senang disamping ada pemasukan juga sekalian bisa beramal juga, ” tuturnya.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.