Syarifuddin Odang

Dewan Apresiasi Sistem Penerimaan PPDB, Hapus Stigma Sekolah Favorite dan Unggulan

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – DPRD Kota Balikpapan menilai sistem penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP dan SMA tahun ini berjalan cukup baik. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Syarifuddin Odang.

“Ini kan dalam proses perbaikan dan transparansi dalam sistem penerimaan kita, menurut saya ini baik, bahwa disana sini masih ada kelemahannya inilah yang harus diperbaiki,” ujar Syarifuddin Odang.

Odang mengatakan, sistem penerimaan PPBD tahun ajaran kali ini juga mampu menghilangkan stigma sekolah unggulan ataupun sekolah favorite dengan sekolah biasa. Sehingga semua sekolah sama dan tidak ada lagi perbedaan

“Niat PPDB ini sudah baik untuk menghilangkan jarak antara sekolah yang unggul atau menghilangkan jarak sekolah favorit dan tidak favorit,” ujarnya.

Menurutnya, setelah tak ada lagi sekolah favorite ataupun sekolah unggulan dengan sekolah biasa, kini Pemerintah juga harus memperhatikan  pemerataan kualitas pendidikan. Khususnya pemerataan kualitas guru-guru di sekolah.

“Harapannya, jika pemerintah memang ingin menghilangkan stigma sekolah unggul dan tidak unggul berarti bukan saja proses penerimaannya saja yang dirubah. Namun, harus ada juga pemerataan guru.” ujarnya

“Guru yang memiliki prestasi harus dilakukan penyebaran, agar tidak berkumpul di satu sekolah yang selama ini dianggap sekolah unggulan,”

Sementara Kepala Dinas Penddikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Muhaimin mengungkapkan, tahun ini jumlah lulusan SD mencapai 11.087 orang, sedangkan daya tampung untuk SMP negeri hanya mampu sekitar 6.000 jadi hanya sekitar 58 persen.

Sedangkan untuk lulusan SMP jumlahnya mencapai 10.330 orang, dengan daya tampung SMA maupun SMK Negeri  hanya sekitar 52 persen dari jumlah kelulusan tersebut. Sehingga mereka yang tidak diterima di sekioah negeri harus ke sekolah swasta.

Baca juga ini :  Ryaas Rasyid Sarankan Diterbitkan TAP MPR

“Untuk penambahan kuota sendiri saat ini tidak diperkenankan karena sesuai permendikbud yang ada, jika harus menambah kelas pun yang menjadi masalah saat ini adalah kurangnya guru, makanya tahun ini Disdikbud mengajukan untuk penambahan guru baik tingkat SD maupun SMP,” ujarnya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.