Ditempati Ribuan Warga Baru Ulu Balikpapan Barat, Inhutani Setuju Lepas Lahan

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com -Ribuan warga Kelurahan Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat dalam waktu dekat akan memiliki lahan sendiri. Selama puluhan tahun, mereka tinggal di lahan Inhutani yang berada di Kelurahan Baru Ulu.

Kabar gembira ini disampaikan Wali Kota Balikpapan saat penyerahan bantuan sosial tunai warga terdampak kenaikan inflasi, di Kecamatan Balikpapan Barat, Kamis (8/2/2024) sore.

“Ini informasi, insyaallah saya perjuangan. Untuk perumahan Inhutani kampung baru ujung, Jumpi. sampai cucu dan bercicit tanah itu masih punya Inhutani. Begitua saya jadi wali kota saya berkomunikasi dengan Inhutani. bapak Inhutani itu tanah sudah ditempati oleh warga saya, terus maksud pak wali apa? saya minta itu untuk warga saya memiliki alas hak dan memilik tanah yagn sudah ditempati puluhan tahun. dan alhamdulillah Inhutani menyetuju itu lahan yang ditempati warga insyaallah jadi hak milik,” beber Rahmad dihadapan warga Balikpapan Barat.

Selain itu, pihaknya juga sedang memperjuangkan lahan warga di Gunung Bugis yang merupakan lahan milik TNI. “Insyaallah. Pelan-pelan kita komunikasi kasih waktu saya tapi sekarang kita yang Inhutani dulu ada ribuan KK disana ada 13 RT,” katanya.

Pada kesempatan sama, kepada media Asisten I Tata Pemerintahan Sekdakot Balikpapan Zulkipli mengatakan nantinya warga dapat membayar uang ganti rugi lahan itu kepada inhutani namun dengan besaran tidak terlalu mahal.

“Aturan harus memakai mekanisme pergantian yang sangat murah nanti dicarikan NJOP yang murah, tidak memberat warga,” ucapnya.

Luasan sekitar 113.622 meter atau 11,3 hektar yang ditempati 13 RT. penyerahan aset itu katanya sudah disetujui Inhutani dengan persetujuan tertulis beberapa bulan lalu bahkan ada berita acara persetujun. Rencananya akan dilakukan penyerahan aset itu kepada pemerintah kota untuk diserahkan ke masyarakat.

Baca juga ini :  Memperkenalkan Keragaman Budaya Pada Anak Usia Dini Melalui Lomba Mewarnai Standarpen

“Ini lagi proses mereka ada peralihan aset, penghapus bukuaan, penyerahan aset kepada masyarakat dengan nilai sesuai NJOP itu kemudian kita beri surat itu menerbitkan atas nama mereka. jumlah KK masih pendataan dan inventarisir,” jelasnya.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.