Pelantikan Pengurus LBH Formak Indonesia

Formak Indonesia : Korupsi Merajalela Karena Hukuman yang Ringan

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Ketua Umum LSM Anti Korupsi Formak Indonesia Jerico Noldy mengungkapkan, maraknya korupsi karena sanksi pidana atau hukuman penjara yang ringan. Sehingga tidak memberi efek jera.

Hal itu disampaikan Jerico saat memberikan sambutan dalam Peringatan HUT ke-5 Formak Indonesia dan Pelantikan Pengurus LBH Formak Indonesia di rumah jabatan Wakil Wali Kota Balikpapan pada Sabtu (29/10/2022).

“Kita kalau mau bicara korupsi tidak ada habis-habisnya, karena semakin hari semakin kesini semakin banyak orang yang melakukan korupsi, seolah-olah orang sudah tidak takut pada korupsi,” ujarnya.

Dia mengatakan, di Kaltim banyak kasus korupsi yang sanksi hukumannya rendah. Salah satunya mantan kepala daerah yang cuma dituntut beberapa tahu dan hanya akan menjalani berapa tahun, kemudian melenggang bebas.

“Ada beberapa kasus di Kaltim ini, yang baru-baru seorang bupati itu dituntut cuma berapa tahun, divonis bisa separoh, menjalani cuma setahun, paling tinggi 2 tahun sudah keluar. Sedangkan korupsinya miliaran,” ujarnya

“Kenapa sampai sekarang korupsi itu semakin merajalela, salah satunya penyebabnya adalah hukuman yang ringan. Dimana letak kesalahan sehingga oarng masih melakukan korupsi. Salah satunya adalah hukuman yang ringan

Padahal kata dia, KPK selalu menggelar sosialisasi pencegahan korupsi. Namun selalu banyak yang terkena oeprasi tangkap tangan (OTT). Namun selama hukuman ringan, maka praktek korupsi masih akan terus terjadi.

“Orang korupsi, Rp 1 miliar, Rp 2 miliar, Rp 5 miliar, Rp 20 miliar, setahun saya masuk penjara, saya keluar lagi8 saya bisa foya-foya seumur hidup.”

Dalam kesempatan itu, dia juga menuturkan, didirkannya LBH Formak untuk membantu masyarakat yang tidak mampu dalam pendampingan hukum. Bahkan kata dia, sudah ada beberapa kasus yang tengah ditanganp

Baca juga ini :  Jamaah Salat Idul Fitri Masjid BIC Membludak

“LBH ini sebenarnya sudah ada SK dari bulan Juli 2022 dan sudah bekerja. Ada beberapa kasus yang melibatkan orang yang tidak mampu, sehingga butuh untuk pendampingan hukum dan LBH lah yang mendampingin,” ujarnya.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.