HUT ke-13 Bank Sampah Induk Kota Hijau, Pemkot Balikpapan Perkuat Ekonomi Sirkular Berbasis Warga

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Bank Sampah Induk (BSI) Kota Hijau menandai 13 tahun kiprahnya dalam menggerakkan pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. 

Peringatan hari ulang tahun yang digelar di Jalan Daksa Barat, Kamis (15/1/2026) pagi, menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran bank sampah dalam mendukung ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan di Kota Balikpapan.

Mewakili Wali Kota Balikpapan, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Bank Sampah Induk Kota Hijau yang selama lebih dari satu dekade terus mengedukasi serta menggerakkan partisipasi warga dalam pengelolaan sampah.

“Usia 13 tahun menunjukkan bahwa Bank Sampah Induk Kota Hijau bukan sekadar program, melainkan telah menjadi sebuah gerakan masyarakat. Ini adalah bentuk nyata kontribusi warga dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan,” ujar Neny dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, tantangan pengelolaan sampah di Kota Balikpapan terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk yang kini mencapai sekitar 760 ribu jiwa. Setiap hari, kota ini menghasilkan kurang lebih 550 ton sampah, sehingga membutuhkan inovasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor untuk menekan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar.

Menurut Neny, keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kariangau dan Kota Hijau telah memberikan dampak signifikan dengan kemampuan mengurangi timbunan sampah hingga sekitar 120 ton per hari. Pemerintah Kota Balikpapan pun menargetkan penambahan satu TPST baru yang direncanakan dapat dilengkapi sarana dan prasarana pendukung pada tahun anggaran 2027.

“Namun, infrastruktur saja tidak cukup. Perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama. Di sinilah peran strategis bank sampah, yang mampu mengubah cara pandang bahwa sampah bukan semata-mata masalah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik,” jelasnya.

Melalui gerakan memilah sampah dari rumah, menabung sampah, hingga pengolahan bernilai guna, Bank Sampah Induk Kota Hijau dinilai berhasil mendorong praktik ekonomi sirkular sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Memasuki usia ke-13, Neny berharap Bank Sampah Induk Kota Hijau semakin inovatif, mampu memperluas jejaring kemitraan dengan dunia usaha dan komunitas, serta terus meningkatkan kualitas pengelolaan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh warga Balikpapan menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. “Dengan kolaborasi, kepedulian, dan komitmen bersama, Balikpapan dapat terus melangkah sebagai kota yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan,” pungkasnya.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses