Penjual daging di Pandan Sari.(foto: andi)

Ini Alasan Terus Menurunya Pemotongan Sapi di RPH Balikpapan

BALIKPAPAN-Inibalikpapan.com – Dalam kunjungan Komisi Pengawas Persaingan usaha (KPPU) Balikpapan ke kantor Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Balikpapan Jalan Projakal, Km5, Balikpapan Utara, terungkap bahwa RPH dari tahun ke tahun mengalami menurunan jumlah hewan sapi yang dipotong.

Saat ini perharinya, RPH memotong 30-40 ekor sapi. Sebelumnya dapat mencapai 60 ekor bahkan lebih. Tapi untuk hari raya seperti idul kurban H-1 dan H2 dapat memotong 250-300 ekor sapi.

“ Dari awal Desember sampai sekarang ini kita potong 30-35 ekor perharinya. Kalau weekand sampai 40-45 ekor.harganya kalau di RPH Rp115 ribu/kg. Sementara ini dari akhir tahun sampai sekarang tidak ada kenaikan,” terang Kepala UPT RPH Toto Tidarto saat menerima kunjungan KPPU (9/1/2016)

Pasokan sapi banyak didatangkan dari Sulawesi dan Gororntalo termasuk dari NTT dan NTB. Sedangkan sapi lokal didatangkan dari Kukar dan Penajam Paser Utara. Keberadaan sapi lokal ini pertahunya hanya mampu memasok 50-100 ekor dari kebutuhan daging di Balikpapan

“ Kalau datang sekitar 300 ekor perminggu. Itu hanya dari luar daerah seperti Gorontalo dan Sulawesi. Nah Kalau dari NTT itu temporer aja kalau misalny ada hambatan di Gorontalo kita beralih ke NTT/NTB,” terangnya.

“ 10-20 ekor perbulan dari sapi lokal. Tapi kalau Gorontalo, Sulawesi kiriman sapi ngak perlu ngambil dari lokal,” sambungnya.

Toto menyebutkan dulu dibawah tahun 2005, banyak keluarga yang akan menikahkan putra-putrinya mencari daging potong segar lagnsung ke RPH. “ Dia butuh 30-60 kg datang kemari. Kita sampai kewalahan hadapi itu. Kalau lagi musim kawin kita potong 60 ekor sapi khusus layani itu saja,” terangnya.

Kini dengan hadirnya toko modern swalan yang menyediakan daging beku, seiring waktu, masyarakatpun mulai beralih ke daging beku. “ soal murah harganya. Kalau sekarang kan sekitar Rp85-90 ribu perkg,” tuturnya.

Baca juga ini :  Update 20 November 2020 : Bertambah 16 Kasus Positif Covid-19 di Balikpapan, Waspada 13 Kasus Gejala Suspek
Kepala KPPU Balikpapan (kiri) Akhmad Muhari bersama Kepala RPH Balkpapan Toto Tidarto (kaos biru) saat berbincang tentang daging sapi
Kepala KPPU Balikpapan (kiri) Akhmad Muhari bersama Kepala RPH Balkpapan Toto Tidarto (kaos biru) saat berbincang tentang daging sapi

Peralihan masyarakat dalam mengkomsumsi daging kesegar kedaging beku nilai Kepala KPPU Balikpapan Akhmad Muhari hal yang wajar. Menurutnya Balikpapan memiliki keunikan tersendiri masyarakat dalam komsumsi daging sapi ini.

“ Sejak adanya daging beku masyarakat beralih yang notabonenya lebih murah. Sjak ada itu, jumlah potong di RPH turun dari 60 ekor jadi 30 ekor perharinya,” katanya saat mengunjungi RPH Balikpapan Sabtu pagi (9/1/2016).

Menurutnya hal ini menjadi salah satu keuntungan konsumen dalam memilih daging yang ingin dikomsumsi apakah daging beku atau yang baru dipotong. “ Paling tidak untuk stok daging di Balikpapan saya lihat sekarang ini aman,” tukasnya. (andi)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.