Jadi Pilot Projek Karantina Orangutan di Dunia PSO Yayasan Arsari Djojohadikusumo Siapkan 19 ribu Hektar

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com —  Pemilik PT ITCI yang juga pendiri Yayasan Arsari Djojohadikusumo  Hasyim Djojohadikusumo menyiapkan siapkan 19.000 hektar lahan untuk lokasi Pusat Suaka Orangutan Arsari  dan satwa di ITCI.

Lokasi berada di Pulau Kalawasan, Kabupaten Penajam Paser Utara tidak jauh dari lokasi Ibu kota baru (IKN).

Di kawasan ini nanti akan dikembangkan pilot projet penanganan orangutan yang sudah tua di seluruh dunia dan kebun binatang di luar negeri untuk ditempatkan di lokasi Pusat Suaka Orangutan Arsari yang kini disiapkan 4200 hektar.

“4200 hektar itu akan kita kembangkan menjadi 19 ribu hektar nantinya kita cadangan jadi pusat suaka dan bisa juga untuk badak,” ungkapnya.

“Kami menawarkan diri tempat yang kita rencanakan 2-3 tahun selesai akan kita pagar ini juga bisa juga sediakan bukan hanya orang utan tapi juga badak dan lain-lainya,”lanjutnya.

Hasyim Djojohadikusumo mengatakan motivasi atau tujuan melindungi dan melestarikan mahluk Tuhan. “motivasi saya demikian kita sebagai orang yang mengakui Tuhan saya merasa ini suatu kontribusi saya dan kawan-kawan untuk bangsa Indonesia, umat manuisa dan untuk Tuhan yang kita cintai,” tandasnya.

Dia menyebutkan  sejak 2017 lalu mendirikan  Pusat Suaka Harimau di Sumatera Barat dan satwa lainya.

“Diresmikan ibu menteri Siti Nurbaya 29 Juli 2017. Sampai saat ini menampung 7 ekor harimau dari alam belantara . sayang dua sakit hepatitis dan diabetes tapi 4 sudah kami berhasil lepas kealam. Dan ke tujuh nanti  bulan depan nama Palas dari Sumatera Utara kita lepaskan kealam belantara,” bebernya.

Hasyim mengaku mendapatkan izin dari pemda PPU untuk mengelola beberapa pulau yang besar yakni 4200 hektar termasuk pulau-pulau kecil.

“Ini suatu eksperimen kita mau coba pertama kali di dunia ternyata nanti  kita lepaskan orangutan yang dewasa, besar 100-200 kilo kita akan lepaskan di pulau-pulau itu,” ungkapnya.

Baca juga ini :  AJI Indonesia Wilayah 3 Gelar FGD Penguatan Organisasi

Dari informasi yang diperoleh masih banyak orangtua tua baik di dalam maupun luar negeri yang belum sepenuhnya bisa hidup layak di hutan karena berada di jeruji  terbatas.

“Kita akan tawarkan kebun binatang di luar negeri daripada seolah dipenjara di kandang masing-masing lebih baikan  dilepaskan di alam belantara,” ujarnya.

Hasyim mengatakan Pusat Suaka Orangutan Arsari nantinya berdekatan dengan kawasan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru. Hal ini sudah dilaporkan kepada Kepala Bappenas dan respon luar biasa.

“justru pak Bambang saya ketemu bulan lalu sambut luar biasa positif, kok ada swasta yang bangun. Ini kita rencanakan 2-3 tahun lalu kami belum tau ibukota akan pindah kemari,”ujarnya.

“tempat ini bersebelahan dengan ibukota kalau nggak salah 500 meter atau 1 km dari ibukotqa. Itu yang kami dengar,” sambungnya.

Pulau – pulau yang akan dijadikan pusat suaka ini memiliki luasan bervariasi yakni 10 hektar hingga 243 hektar. “kami rencanakan di HPH kami rencanakan suatu tempat 19 ribu hektar termasuk danau 4200 hektar disitu kita tampung berbagai  jenis macam satwa,” jelasnya.

Untuk saat ini tempat penampungan Bento dan Iskandar orangutan dari Sulawesi Utara ke Kaltim ada di kandang Karantina di Pusat Suaka Orangutan Arsari (PSO Arsari) di area HGB ITCI Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU, Kaltim, Jumat (4/10).

Bento dan Iskandar dua orangutan dari Kalimantan yang kembali ke Kalimantan Timur pertama yang menempati kandang Karantina di PSO Arsari sejak 3 Oktober lalu

Dua orangutan yang diselamatkan di wilayah Sulawesi Utara, Bento orangutan berkelamin jantan diselamatkan dari pemeliharaan ilegal di Manado 8 September 2005 saat  lima tahun  kini berusia 17 tahun dengan berat sekitar 150 kg.

Baca juga ini :  Sistem Mahakam Gangguan, Pasokan Listrik Tiga Daerah Padam

Sedangkan proses penyelamatan Iskandar terjadi pada 30 Oktober 2004  saat itu masih berusia satu-2  hingga tahun. Iskandar orangutan diselamatkan dari upaya perdagangan ilegal ke negara Philipina. Iskandar kini usia 19 tahun dengan berat 170 kg.

Bento dan Iskandar tiba di pelabuhan Kariangau pada Kamis 3 Oktober kemarin setelah menjalani perjalanan selama 5 hari dari Manado,  ke Palu, Sulawesi Tengah dan Balikpapan, Kaltim. 

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.