Kaltim Pacu Cetak Sawah Rakyat, Paser Berhasil Surplus 15 Ribu Ton Beras
PASER, Inibalikpapan.com – Terik matahari di Desa Sebakung, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, menjadi saksi dimulainya langkah besar Kalimantan Timur dalam mengejar kedaulatan pangan nasional.
Kementerian Pertanian resmi meluncurkan Gerakan Tanam Serempak di lokasi Cetak Sawah Rakyat sebagai upaya strategis memenuhi kebutuhan pangan, terutama menjelang masifnya penghuni Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kaltim, TNI, Polri, hingga Brigade Pangan dan penyuluh lapangan.
Menghidupkan “Lahan Tidur” di Benua Etam
Kepala DPTPH Kaltim, Fahmi Himawan, mengungkapkan bahwa program Cetak Sawah Rakyat merupakan jawaban atas keprihatinan terhadap produktivitas lahan di Kaltim. Saat ini, dari total 46.640 hektare lahan baku sawah, terdapat sekitar 15.000 hingga 16.000 hektare yang kondisinya tidak produktif.
“Sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan Brigade Pangan adalah kunci. Kita tidak hanya mencetak sawah, tapi membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan,” tegas Fahmi di sela kegiatan, Senin (13/4/2026).
Distribusi Lahan: Paser Jadi Salah Satu Tumpuan Utama
Program Cetak Sawah Rakyat di Kaltim merupakan bagian dari gerakan nasional di 17 provinsi. Untuk wilayah Kaltim, total luasan mencapai 1.053 hektare yang tersebar di empat kabupaten:
- Kabupaten Berau: 425 hektare
- Kabupaten Kutai Timur: 367 hektare
- Kabupaten Paser: 201 hektare
- Kabupaten Mahakam Ulu: 60 hektare
Khusus Kabupaten Paser, wilayah ini menunjukkan performa gemilang dengan mencatatkan surplus beras sebesar 15.475 ton. Keberhasilan ini didorong oleh kesiapan teknis yang matang, di mana penyusunan Survey Investigation Design (SID) untuk pembukaan lahan baru telah mencapai 100 persen.
Strategi 2026: Fokus Infrastruktur dan Kebutuhan IKN
Memasuki tahun 2026, pemerintah provinsi akan fokus pada pemantapan desain teknis melalui penyusunan SID di titik-titik baru. Langkah ini sangat krusial untuk memastikan setiap sawah yang dicetak didukung oleh sistem irigasi yang tepat guna.
Percepatan ini bukan tanpa alasan. Kehadiran IKN di Kalimantan Timur membawa konsekuensi lonjakan kebutuhan pangan yang tajam. Program Cetak Sawah Rakyat diharapkan menjadi “benteng pertahanan” agar kebutuhan beras warga lokal maupun penghuni IKN di masa depan dapat dipenuhi dari hasil keringat petani Kaltim sendiri. / Pemprov
BACA JUGA
