Pengurus Baru Perpedayak Nusantara Balikpapan Dikukuhkan, Ini Pesan Wali Kota Rahmad Mas’ud

Wali Kota Rahmad Mas'ud menekankan bahwa Balikpapan dibangun dari keberagaman suku, budaya, dan latar belakang. Karena itu, organisasi seperti Perpedayak Nusantara memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas sosial. (Foto: Samsul/Inibalikpapan)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com– Balikpapan menegaskan wajah keberagaman lewat pelantikan Perpedayak Nusantara. Organisasi berbasis budaya didorong menjadi penjaga harmoni dan perekat masyarakat.

Wali Kota Rahmad Mas’ud menekankan bahwa Balikpapan dibangun dari keberagaman suku, budaya, dan latar belakang. Karena itu, organisasi seperti Perpedayak Nusantara memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas sosial.

“Balikpapan dibangun di atas keberagaman suku, budaya, dan latar belakang. Organisasi seperti Perpedayak Nusantara memiliki peran strategis sebagai perekat persatuan,” ujarnya saat pelantikan DPC periode 2026–2031, Minggu (19/4/2026).

Ia menegaskan, kepengurusan baru bukan sekadar simbol, tetapi amanah untuk memperkuat persatuan sekaligus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Nilai Budaya dan Ancaman Zaman

Dalam kesempatan itu, Rahmad juga mengangkat nilai-nilai kearifan lokal Dayak seperti Adil Katalino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata yang dinilai tetap relevan di tengah kehidupan modern.

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat untuk bijak menyikapi derasnya arus informasi. Menurutnya, disinformasi dapat menjadi ancaman serius jika tidak dihadapi dengan kedewasaan.

“Kita jangan mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya. Kedamaian dan kerukunan harus menjadi fondasi utama,” tegasnya.

Selain isu sosial, pemerintah juga menyoroti potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi dalam waktu dekat. Risiko seperti krisis air bersih hingga kebakaran lahan menjadi perhatian bersama.

Masyarakat diimbau untuk menghemat penggunaan air, memanfaatkan penampungan air hujan, serta menghindari pembakaran lahan.

Rahmad berharap, pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas sosial, di mana organisasi budaya diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah dalam menjaga harmoni dan mendorong pembangunan kota yang inklusif.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses