Kaltim Tinggalkan Ketergantungan SDA demi Investasi SDM Melalui Sekolah & Kesehatan Gratis

Gubermur Kaltim Rudy Mas'ud.

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di bawah kepemimpinan Gubernur H. Rudy Mas’ud (Harum) mulai melakukan transformasi radikal dalam arah pembangunan daerah.

Melalui program unggulan bertajuk Gratispol, Pemprov Kaltim secara resmi mengalihkan fokus dari ketergantungan sumber daya alam (SDA) menuju pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul.

Program yang diluncurkan sejak 21 April 2025 ini bertujuan menciptakan kemandirian bagi generasi muda Kaltim di tengah persaingan global dan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).

Transformasi Pendidikan: Dari Seragam hingga Gelar Doktor (S3)

Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk keluar dari bayang-bayang industri ekstraktif. Tidak main-main, Pemprov Kaltim telah menggandeng 53 perguruan tinggi untuk menyelenggarakan kuliah gratis.

“Gratispol adalah jalan menuju kemandirian. Pendidikan dari SMA hingga S3 kami gratiskan bagi anak-anak Kaltim,” tegas Gubernur Harum.

Capaian Nyata Sektor Pendidikan (2025/2026):

  • Beasiswa Gratispol: 32.853 mahasiswa telah menerima bantuan biaya pendidikan jenjang D3 hingga S3.
  • Perlengkapan Sekolah: 65.004 siswa baru tingkat SMA/SMK/SLB menerima seragam, tas, dan sepatu secara cuma-cuma.

Kesehatan dan Perumahan: Pelayanan Dasar Tanpa Biaya

Selain pendidikan, Gratispol menyentuh kebutuhan paling mendasar warga Kaltim. Di sektor kesehatan, 5.000 warga kini telah memiliki jaminan kesehatan gratis yang dibiayai daerah.

Di bidang perumahan, Pemprov Kaltim membuat terobosan dengan menghapus biaya administrasi kepemilikan rumah. Program ini menanggung biaya notaris, provisi, dan perbankan hingga Rp10 juta per unit. Pada tahap awal, 1.000 unit rumah telah disiapkan dengan dukungan dana APBD Perubahan sebesar Rp10 miliar.

Digitalisasi Desa dan Penghargaan untuk Tokoh Religi

Untuk memastikan pembangunan tidak hanya berpusat di perkotaan, program Internet Desa telah menghubungkan 441 desa dari total 841 desa di seluruh Kaltim. Ini merupakan langkah digitalisasi untuk memangkas kesenjangan informasi di pelosok.

Sebagai bentuk apresiasi sosial, program Gratispol juga menyasar para penjaga rumah ibadah. Sebanyak 880 orang marbot dan pengurus rumah ibadah dari berbagai agama diberangkatkan dalam program perjalanan religi (Umrah dan perjalanan suci lainnya) pada tahun 2025.

“Kaltim Tidak Boleh Bergantung pada Alam Semata”

Gubernur Rudy Mas’ud meyakini bahwa kekayaan SDA Kaltim harus diubah menjadi modal manusia yang kompetitif. Strategi jangka panjang ini disiapkan agar warga lokal tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri.

“Ini memang langkah awal, tetapi dampaknya sudah langsung dirasakan masyarakat. Tantangan harus kita ubah menjadi peluang,” pungkas Rudy. / Pemprov

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses