Gedung KPK

KPK Periksa Anggota DPR Vita Ervina dan Dua Dirjen Kementan

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – KPK memeriksa Anggota DPR Komisi IV Vita Ervina sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan)

Selain Vita, KPK juga memeriksa lima saksi lainnya yakni Dirjen Tanaman Pangan Kementan Suwandi, Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto, Karo Organisasi dan Kepegawaian Kementan Zulkifli, Sespri Sekjen Merdian Tri Hadi, dan Direktur PT Indo Raya Mitra Persada 168 Atik Chandra.

“Saksi Vita Ervina, yang bersangkutan sudah hadir jam 10.30 WIB. Dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri dilansir dari suara.com jaringan inibalikpapan.

Belum diketahui secara pasti materi pemeriksaan yang akan dikonfirmasi penyidik kepada Ervina dan lima saksi lainnya. Meski demikian, para saksi yang dipanggil diduga memiliki informasi penting.

Sebelumnya, KPK melakukan penggeledahan di rumah dinas Vita Ervina pada Rabu 15 November 2023. Di lokasi penyidik KPK menemukan dokumen dan bukti elektronik.

Dalam kasus itu, mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo telah ditetapkan sebagai tersangka, bersama Direktur Alat dan Mesin Pertanian Muhammad Hatta dan Sekjen Kementan Kasdi Subagyono.

Ketiganya diduga melakukan korupsi berupa pemerasan dalam jabatan bersama-sama menyalahgunakan kekuasaan dengan memaksa memberikan sesuatu untuk proses lelang jabatan, termasuk ikut serta dalam pengadaan barang dan jasa disertai penerimaan gratifikasi.

Syahrul selaku menteri saat itu, memerintahkan Hatta dan Kasdi menarik setoran senilai USD 4.000-10.000 atau dirupiahkan Rp62,8 juta sampai Rp157,1 juta (Rp15.710 per dolar AS pada 11 Oktober 2023) setiap bulan dari pejabat unit eselon I dan eselon II di Kementan.

Uang itu berasal dari realisasi anggaran Kementan yang di-mark up atau digelembungkan, serta setoran dari vendor yang mendapatkan proyek.

Baca juga ini :  Lawan Timnas U-20, Pelatih Timor Leste Sebut Pertandingan Sarat Emosi

Kasus korupsi yang menjerat Syahrul terjadi dalam rentang waktu 2020-2023. Temuan sementara KPK ketiganya diduga menikmati uang haram sekitar Rp 13,9 miliar.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.