Otorita IKN Edukasi Pelajar Cegah Stunting dan Jaga Kesehatan Reproduksi

Otorita IKN menyelenggarakan Sosialisasi pencegahan dini stunting dan kesehatan reproduksi untuk siswa SMP-SMA di delineasi IKN, pada Kamis (30/04/2026).
Otorita IKN menyelenggarakan Sosialisasi pencegahan dini stunting dan kesehatan reproduksi untuk siswa SMP-SMA di delineasi IKN, pada Kamis (30/04/2026). (foto : Humas IKN)

NUSANTARA, Inibalikpapan.com — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus memperkuat fondasi sumber daya manusia (SDM) dengan meningkatkan literasi kesehatan sejak dini. Berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Otorita IKN menggelar sosialisasi pencegahan stunting dan kesehatan reproduksi bagi ratusan pelajar di wilayah delineasi IKN.

Sasar 600 Siswa di Lima Sekolah Strategis

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis (28–30 April 2026), ini melibatkan sekitar 600 siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Sosialisasi dilaksanakan secara maraton di lima sekolah, yaitu:

  • SMP Muhammadiyah 1 Penajam Paser Utara (PPU).
  • SMKN 1 PPU.
  • SMPN 27 PPU.
  • SMAN 3 PPU.
  • SMPN 2 PPU.

Tujuan utama program ini adalah membekali remaja dengan pengetahuan tentang masa depan yang sehat dan berkualitas, sekaligus mendorong mereka menjadi agen perubahan di lingkungannya.

Intervensi Komprehensif: Dari Nutrisi Hingga Tablet Fe

Otorita IKN tidak hanya melakukan sosialisasi, tetapi juga intervensi fisik secara menyeluruh dalam percepatan penurunan stunting. Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menjelaskan beberapa langkah nyata yang telah dilakukan, antara lain:

  • Penyuluhan dan Pemberian Makanan: Pendistribusian makanan tinggi protein bagi keluarga berisiko stunting dan ibu hamil.
  • Pendampingan Langsung: Kunjungan ke rumah tangga keluarga berisiko stunting.
  • Pencegahan Anemia: Pemberian tablet Fe (zat besi) bagi calon pengantin dan remaja sekolah guna memutus rantai stunting sejak masa pertumbuhan.

“Pembangunan IKN hingga 40 tahun ke depan akan diisi oleh para generasi muda saat ini,” ujar Suwito menekankan pentingnya pengetahuan reproduksi bagi siswa SMP dan SMA.

Membangun Ekosistem Pendidikan Berbasis Soft Skills

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menegaskan bahwa edukasi kesehatan ini merupakan bagian dari penguatan kapasitas SDM secara utuh. Ke depan, IKN dirancang menjadi kota pendidikan dengan ekosistem pembelajaran terintegrasi.

Siswa di IKN tidak hanya didorong berprestasi akademik, tetapi juga dibekali dengan:

  • Pengembangan Soft Skills: Program kompetensi tambahan sesuai minat dan bakat.
  • Sertifikasi Keterampilan: Penyiapan lulusan sekolah yang siap bersaing di dunia kerja.
  • Beasiswa Strategis: Dukungan beasiswa bagi talenta muda di bidang arsitektur hingga teknik sipil.

Apresiasi juga datang dari pihak sekolah dan pelajar. Nur Ayatul Husna, siswa SMAN 3 PPU, mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai ciri-ciri stunting dan cara pencegahannya melalui kegiatan yang dikemas secara interaktif ini. / Humas IKN

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses