Parkir Liar di Pasar Balikpapan Permai Diawasi CCTV, Dishub Mulai Buka Data Parkir Harian
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Parkir liar di kawasan Pasar Balikpapan Permai yang selama ini dikeluhkan pengendara dan pedagang mulai diawasi ketat. Dinas Perhubungan Kota Balikpapan memasang enam kamera CCTV khusus illegal parking untuk memantau aktivitas parkir harian sekaligus mencegah kebocoran retribusi.
Kawasan Balikpapan Permai khususnya di sekitar pasar, dikenal sebagai salah satu titik dengan aktivitas parkir paling padat. Setiap hari kendaraan keluar-masuk tanpa data pasti. Kondisi ini kerap memicu keluhan warga, mulai dari parkir semrawut hingga tarif yang tidak selalu jelas.
Di sisi lain, pemerintah kesulitan memastikan apakah setoran parkir yang dilaporkan di lapangan benar-benar sesuai kondisi ril.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengatakan Dishub kini mulai menutup celah tersebut dengan teknologi.
Sebanyak enam unit kamera CCTV illegal parking dipasang di kawasan Balikpapan Permai hingga area pasar. Kamera ini berfungsi memantau jumlah kendaraan parkir setiap hari secara real time.
“Kami ingin mendapatkan data parkir yang faktual dan update. Dari situ bisa terlihat aktivitas parkir harian dan kinerja juru parkir binaan,” ujar Fadli, Kamis (8/1/2026).
Bagi Dishub, kamera ini bukan semata alat pengawasan, tapi juga alat evaluasi. Data dari CCTV akan dibandingkan dengan laporan setoran parkir dari juru parkir (jukir).
Dengan begitu, Dishub dapat menilai sejauh mana integritas jukir binaan dalam menjalankan tugasnya.
Selain CCTV, Dishub juga menyiapkan perangkat pendukung lain seperti:
Parking gate, Mesin handheld pencatatan transaksi dan E-dicard dan rompi resmi jukir. Langkah ini diharapkan membuat sistem parkir lebih tertib.
Menurut Fadli, pemasangan kamera ini bukan hanya soal meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga memperbaiki layanan publik.
Pengawasan yang lebih ketat
Parkir liar bisa ditekan, Aktivitas parkir lebih tertib, Potensi kebocoran retribusi dapat diminimalkan dan Warga mendapat kepastian layanan.
Dishub menegaskan enam kamera ini masih tahap awal. Jika hasil evaluasi menunjukkan efektivitas tinggi, jumlah CCTV illegal parking akan ditambah di titik rawan lain di Balikpapan.
“Ini langkah awal. Ke depan, jika memang sangat dibutuhkan, tentu akan kami kembangkan,” jelas Fadli.
Langkah Dishub ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Balikpapan dalam mendorong digitalisasi layanan publik dan pengelolaan PAD yang lebih transparan.
Bagi warga, harapannya sederhana: parkir lebih rapi, tarif jelas, dan aktivitas di kawasan pasar menjadi lebih nyaman.***
BACA JUGA
