Parkir Sembarangan Masih Picu Macet di Balikpapan, Dishub Mulai Tertibkan Titik Rawan

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Parkir sembarangan masih menjadi pemicu kemacetan dan ketidaknyamanan di sejumlah ruas jalan Balikpapan. Pemerintah Kota kini mulai menertibkan titik-titik rawan, mengingat dampaknya langsung dirasakan warga dari akses pejalan kaki yang tertutup hingga lalu lintas yang tersendat di jam sibuk.

Di kawasan pasar, pertokoan, hingga jalan protokol, kendaraan yang parkir tidak pada tempatnya kerap membuat arus lalu lintas tersendat. Tak sedikit pejalan kaki terpaksa turun ke badan jalan karena trotoar tertutup motor dan mobil.

“Kadang cuma mau lewat sebentar, tapi macetnya bisa lama karena mobil parkir di pinggir jalan,” keluh Ilham yang rutin melintas di kawasan pusat kota, Kamis (8/1/2026).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli, menyebut parkir sembarangan bukan sekadar pelanggaran aturan, tetapi masalah keselamatan dan kenyamanan bersama.

“Banyak gangguan lalu lintas terjadi karena parkir tidak pada tempatnya. Ini mengganggu pejalan kaki dan meningkatkan risiko kecelakaan,” ujarnya.

Momentum Penertiban: Titik Rawan Jadi Fokus

Dishub Balikpapan bersama aparat terkait mulai melakukan penertiban bertahap di lokasi-lokasi dengan tingkat pelanggaran tinggi, terutama di pusat aktivitas warga. Pendekatan yang digunakan tetap humanis, namun tegas.

Sanksi yang diterapkan beragam, mulai dari penempelan stiker pelanggaran, penguncian roda, hingga penderekan kendaraan ke lokasi yang telah ditentukan, sesuai Perda Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Perhubungan.

Penataan parkir diharapkan memberi dampak langsung: arus kendaraan lebih lancar, pejalan kaki kembali nyaman, dan ruang publik bisa digunakan sebagaimana mestinya terutama bagi anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

“Penindakan ini bukan semata-mata menghukum, tapi mengedukasi agar masyarakat lebih disiplin,” kata Fadli.

Pemkot Balikpapan mengajak warga memulai perubahan dari kebiasaan kecil memarkir kendaraan di tempat yang benar. Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci agar kota tetap aman, nyaman, dan layak huni.

“Kalau semua mau sedikit lebih peduli, Balikpapan bisa jauh lebih tertib,” ujar Fadli.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses