Pemberian Vaksin DBD Mulai Menyasar Siswa SD, Balikpapan Jadi Pilot Project

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kegiatan vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) secara massal di Kota Balikpapan merupakan pertama di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Indonesia dan bisa jadi di dunia.

Pelaksanaan vaksinasi DBD kali ini menyasar anak-anak SDIT Al Auliya 2 yang berlokasi di Kelurahan Graha Indah Kecamatan Balikpapan Utara, pada hari Selasa (6/1/2024).

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan, pihaknya sudah melaksanakan Balikpapan Pilot Project Vaksinasi DBD, dimana program tersebut milik Dinkes Provinsi yang menunjuk Kota Balikpapan sebagai Pilot Projectnya.

“Adapun sasarannya sekitar 13.885 anak, mulai dari kelas I , III, IV, hingga VI,” ujar Andi Sri Juliarty kepada media, Rabu (7/2/2024).

Dimana pelaksanaannya mulai dilakukan di SDIT Al Auliya, dan akan menyasar diseluruh sekolah dasar yg ada di Kecamatan Balikpapan Utara dan Kecamatan Balikpapan Tengah.

“Kami memilih SD Al Auliya yang berada di wilayah Kecamatan Utara dan hari ini adalah giliran hari vaksinasi di SD Auliya,” aku Dio biasa Andi Sri Julirty disapa.

Dio menambahkan, pada tahap pertama ini karena vaksin yang didapatkan dari Dinkes Provinsi hanya 9.800 dosis maka difokuskan pada sekolah di Kecamatan Balikpapan Utara dan Kecamatan Balikpapan Tengah terlebih dahulu sebab kasus DBD di Balikpapan terbanyak di usia 5 – 14 tahun di Kecamatan Balikpapan Utara dan Kecamatan Balikpapan Tengah.

Dio menyebutkan 9.800 dosis vaksin yang diberikan dari Pemerintah Provinsi Kaltim harus habis. Dilanjutkan dengan dosis kedua setelah tiga bulan.

“Itu kan sudah satu paket di kasih dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, tinggal tunggu tiga bulan,” jelasnya.

Saat ini, vaksinasi DBD masih menyasar sekolah di Kecamatan Balikpapan Utara dan Kecamatan Tengah, dikarenakan kasus DBD terbanyak di Kota Balikpapan.

Baca juga ini :  Tangkap Ikan Pakai Bom, Puluhan Nelayan di Bontang Dapat Pembinaan

Pemberian vaksinasi ini, harus mengantongi surat persetujuan orang tua, sehingga pemberian vaksinasi ini tidak ada paksaan.

“Kita tidak menyuntik sebelum ada surat persetujuan dari orang tua,” ungkapnya.

Dio kerap disapa mengatakan selama vaksinasi DBD dilaksanakan tidak ada keluhan dari para orang tua murid.

“Alhamdulillah, tidak ada keluhan,” katanya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan belum ada rencana untuk menganggarkan vaksinasi DBD. “Kita nunggu habis dulu. Kita liat dulu hasilnya. Kalau hasilnya bagus kita ikutin juga,” ujarnya.

Melalui vaksinasi ini diharapkan kasus DBD di Kota Balikpapan dapat menurun, dikarenakan vaksinasi ini dapat melindungi anak-anak. Vaksinasi DBD merupakan satu inovasi untuk pencegahan dan penanggulangan kasus DBD yang diinisiasi Pemprov Kaltim.

Balikpapan mendapatkan vaksin berdasarkan SK Gubernur Kaltim sebagai daerah pilot project penerapan vaksin DBD.

“Ini memang baru yang pertama di Indonesia, vaksin ini diberikan secara gratis oleh pemerintah,” terangnya.

Di samping itu, masyarakat juga diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan seperti memberantas sarang nyamuk, pemantauan jentik, menaburkan bubuk abate.

Penaburan abate diberikan masing-masing kelurahan. Sementara fogging diberikan kepada daerah yang jumlah kasus DBD nya banyak

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.