Pemkot Balikpapan Batasi ASN ke Luar Kota 

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Untuk mengantispasi kasus Covid-19 di Kota Balikpapan semakin melonjak tinggi, Pemerintah Kota Balikpapan akan membatasi kegiatan perjalanan luar daerah bagi ASN di lingkungan Pemkot Balikpapan. 

“Kalau tidak penting sekali untuk berangkat ke luar kota kalau bisa ditahan dulu,” ujar Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Pencegahan Dan Pengendalian Kasus Cluster Covid-19 di Lingkungan Pekerja Perusahaan di Kota Balikpapan, Selasa (15/2/2022).

Rahmad menambahkan, pembatasan perjalanan luar daerah ini juga berlaku bagi pekerja perusahaan. Kebijakan ini dilakukan untuk menindaklanjuti arahan dari pemerintah pusat, yang meminta pemerintah daerah lebih optimal dalam melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Hal ini juga dilakukan untuk menghilangkan kesan, yang ada di media sosial, di antaranya kesan ketika menjelang bulan suci Ramadan terjadi peningkatan data kasus Covid-19,” akunya. 

Padahal kata Rahmad anggapan itu salah karena saat ini bulan Ramadan masih akan terjadi 2 bulan ke depan. Sehingga diharapkan status PPKM di Kota Balikpapan dapat kembali ke level 1, sebelum perayaan Idul Fitri nanti.

“Mari kita bantu pemerintah. Karena dari instruksi pemerintah mulai bulan ini, sampai di bulan depan kita tekan jumlah penyebaran Covid-19 sehingga di Idul Fitri nanti, bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan minimal sudah berada di PPKM level 1. Itu adalah harapan kita dan ikhtiar kita,” harapnya. 

Rahmad mengajak, kepada masing-masing perusahaan agar lebih disiplin menyampaikan kepada karyawannya, agar tidak melakukan perjalanan luar daerah apabila tidak ada kepentingan yang mendesak. Namun apabila harus melakukan perjalanan luar daerah, diharapkan kepada karyawan yang bersangkutan melakukan isolasi minimal tiga hari. Kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan, yang akan dilampirkan ketika akan kembali bekerja.

Baca juga ini :  Stok Beras Bulog Sekitar 1,4 Juta Ton, Bakal Didistribusi ke Daerah

“Saya akan meminta pertanggungjawaban dari perusahaan karena memang kasus yang timbul di Kota Balikpapan dari awal hingga saat ini banyak nih banyak berasal dari perusahaan-perusahaan. Terutama dari perusahaan migas,” tuturnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan, pola kenaikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Balikpapan hampir sama dengan daerah lain.

Untuk itu, ia menyarankan agar warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 taat dalam melakukan isolasi mandiri, baik di rumah atau di isolasi terpadu yang disiapkan pemerintah.

“Masyarakat tidak perlu panik, walaupun kasus naik, tapi tidak banyak yang berkriteria berat,” ujarnya

Melihat hal tersebut, tak menutup kemungkinan telah terjadi transmisi lokal di Kota Balikpapan. Sebab, penularan yang bermula dari pelaku perjalanan kini sudah menyebar di lingkungan masyarakat.

“Kemungkinan transmisi lokal kembali terjadi, karena melihat jumlah kasus yang dalam sehari jumlahnya cukup banyak,” tutupnya. 

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.