Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi didampingi Wakil Wali Kota Rahmad Mas'ud saat meninjau Bandara Sepinggan

Pemkot Balikpapan Berduka, Dokter di Dinas Kesehatan Meninggal Karena Covid-19

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan hari ini berduka. Pasalnya, telah kehilangan salah satu pegawai terbaiknya yang bertugas di Dinas Kesehatan Kota Balikpapan setelah terpapar covid-19.

Beliau adalah Dokter Sriyono yang menjabat  sebagai Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan penyakit (P2P Dinas Kesehatan Kota Balikpapan.Meninggal sekitar pukul 16.57 Wita sore tadi.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi pun merasa sangat kehilangan. Dalam akun resmi instagramnya, Rizal menyampaikan duku cita yang mendalam. Karena almarhum merupakan salah satu pahlawan garda terdepan penanganan covid-19.

“Warga kota yang saya hormati , hari ini Pemerintah Kota Balikpapan kehilangan salah satu pengabdi terbaik, pejuang yang juga salah satu garda terdepan dalam penanganan dan pengendalian covid 19 di Balikpapan,” tulis Rizal.

Rizal mengungkapkan, sebagai bagian dari Tim Gugus Tugas, lamarhum ditugaskan melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan termasuk mempersiapkan isolasi mandiri bagi pasien covid-19 di Embarkasi Haji Batakan Balikpapan

“Ini kehilangan besar bagi tim gugus tugas covid 19 di Balikpapan , saya mengandalkan almarhum dalam sosialisasi penerapan protokol kesehatan, “ ujarnya

“Dan juga memberi tugas beliau untuk mempersiapkan tempat isolasi mandiri di asrama haji bagi pasien yang terkonfirmasi positif covid 19,”

Rizal menuturkan, selama ini almarhum berjibaku di lapangan untuk melakukan sosialisasi terkait penerapan protokol kesehatan. “Ini karena beliau adalah salah satu orang yang paling ketat dalam penerapan protokol kesehatan dan aktif di lapangan,” ujarnya

“Kami semua terkejut saat tanggal 11 Agustus kemarin , beliau terkonfirmasi positif covid19 dan harus dirawat di RS Kanudjoso,”

Bahkan Rizal bersama Kepala Dinas Andi Sri Juliarty selalu memantau perkembangan almarhum selama perawatan dan sempat beberapa kali melakukan koomunikasi. Termasuk memberikan semangat dan dukungan agar segera sembuh.

Baca juga ini :  Usia Pemuda Masuk Klausul Raperda Kepemudaan, Pemkot Akan Lakukan Reorganisasi Kepemudaan Periode Berikutnya

“Dalam masa perawatan, beliau menunjukkan perkembangan yang baik , sempat berkomunikasi dengan saya dan kepala dinas kesehatan kota menggunakan WhatsApp. Saling memberi semamgat dan dukungan,” ujarnya

“Tapi sore tadi, pukul 16.57 WITA dr. Sriyono meninggal dunia. Selamat jalan dr Sriyono, insyaAllah husnul khotimah, semoga ALLAH SWT mengampuni segala khilaf, dan menerima semua amal ibadah.
Kelurga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,”

“Doa kami mengiringi dalam tiap kenangan dan semangat pengabdian. Sertai kami untuk terus berjuang, apapun kondisinya. Semoga Allah menguatkan dan menyertai kota kita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.