Ratusan sopir taksi dan Pengusaha Angkot di Balikpapan menggelar aksi demo

Pemkot Balikpapan Tak Bisa Asal Main Tutup Perusahaan

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan menyatakan tak bisa serta-merta mengeluarkan kebijakan penutupan kegiatan usaha perusahaan apalagi yang banyak menunjang tenaga kerja.

Seperti Go Jek dan Go Car, perusahaan kendaraan berbasis teknologi aplikasi yang sebelumnya mendapat desakan para sopir taksi konvensional maupun pengusaha angkutan kota. Karena dianggap tak memiliki ijin lengkap.

Kepala DInas Tenaga Kerja Kota Balikpapan Tirta Dewi mengatakan, lahirnya aplikasi layanan kendaraan yang berbasis teknologi Informasi yang lahir dari kreativitas dan inovasi yang harus juga didukung.

Kendati begitu dia juga mengingatkan, seharusnya perusaan tetap memperhatikan dan menyesuiakan kelengkapan maupun perijinan. sehingga tidak berbenturan atau menggangu dengan kegiatan yang ada didaerah.

“sekarang tinggal regulasinya baik dari pemerintah pusat atau daerah ini bagaimana melihat dari sisi perizinan. Atau taksi-taksi yang sudah ada itu juga bisa mengadopsi kemudahan-kemudahan pelayanan sebagaimana yang dilakukan Go Jek,”tandasnya.

“Jadi kita boleh bersaing positif seperti itu. Kalau memang regulasi tidak memungkinkan ya kita bisa mengikuti itu. Tapi bukan berarti mematikan kreativitas itu. Kami melihat kalau sepanjang tidak menyalahi aturan perhubungan atau perizinan transportasi silakan saja,” ujarnya.

Bisa saja pemerintah melalui aturan mengatur mengenai kemitraan kerja antara perusahaan dengan awak kerjanya seperti transportasi di airport.

“Contohnya di airport, ada perusahaan yang menampung tapi mobilnya itu tidak harus perusahaan yang memiliki. Ada regulasi yang mengatur itu. Ini hal-hal seperti itu perlu pemikiran diera teknlogi. Kita jangan sekedar menolak tapi ada inovasi yang peningkatanpelayanan dan masyarakat butuh itu. Masyarakat mudah mengaksesnya,” katanya.

Sisi positifnya kelahiran pelayanan transporatasi melalui aplikasi mampu melahirkan persiangan kerja perlu
kreatifotas menjawab tantangan dan keinginan dari pelanggan. Sehingga mereka sama-sama melakukan pembenahan untuk meningkatkan kinerja.

Baca juga ini :  Sudah 4.661 Nakes di Balikpapan yang Disuntik Vaksin Covid-19

“Kalau kita main tutup saja atau kenapa itu perlu kajian dan kita melihat berbagai sisi. Bagaiman kita menekan angka pencaker, dia tidak gengsi melakukan pekerjaan. Oh ternyata gojek menguntungkan. Nah ini perlu duduk satu meja, kemudian masukan-masukan seperti yagn terbaik dan melanggara aturan main, bukan hanya di Balikpapan tapi juga berlaku nasional. Menurut persaingan ini mampu meningkatkan kinerja usaha,” ujarnya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.