Ribuan Siswa Kunjungi Istana Kepresidenan: Program ‘Istana untuk Anak Sekolah’ Presiden Prabowo
JAKARTA, Inibalikpapan.com — Suasana di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta tampak berbeda pada Kamis (16/04/2026). Lebih dari seribu pelajar yang berasal dari SMA Taruna Nusantara (kampus Magelang, Cimahi, dan Malang) serta SMPN 39 Jakarta memadati jantung pemerintahan Indonesia melalui program inovatif “Istana untuk Anak Sekolah” (Istura) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Program ini bukan sekadar kunjungan wisata sekolah biasa, melainkan upaya strategis negara untuk menghapus sekat antara rakyat dan pusat kekuasaan, sekaligus menyemai bibit kepemimpinan bagi generasi emas 2045.
Pesan Tegas Mensesneg dan Menlu: Cita-Cita Butuh Konsekuensi
Di dalam ruang-ruang ikonik seperti Istana Merdeka dan Istana Negara, para siswa mendapatkan pengarahan langsung dari dua menteri kunci. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menekankan bahwa setiap mimpi besar menuntut kerja keras yang nyata.
“Apapun cita-citamu, mau masuk TNI, Polri, atau profesional, kamu harus sadar dengan konsekuensinya. Mau nilai 100? Ya harus belajar. Mau masuk militer? Ya harus kuat lari. Pelajari syaratnya, hadapi tesnya,” tegas Prasetyo Hadi di hadapan para siswa.
Senada dengan hal tersebut, Menteri Luar Negeri Sugiono mengingatkan pentingnya kepekaan terhadap lingkungan sekitar sebagai kualitas dasar seorang pemimpin. “Jangan apatis. Kenali lingkunganmu sesedikit mungkin. Kepekaan itulah yang akan membedakan kalian sebagai pemimpin masa depan,” ujarnya.
Inspirasi dari Aceh hingga Papua: Mimpi Jadi Diplomat dan Presiden
Pengalaman memasuki ruang kerja Presiden memberikan kesan mendalam bagi para siswa yang datang dari berbagai pelosok Nusantara. Danela Maria Goriti Turot, siswi asal Sorong, Papua Barat Daya, mengaku jiwanya terbakar untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh setelah melihat kemegahan Istana.
“Gedung ini menumbuhkan semangat jiwa saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Saya akan berusaha menggapai cita-cita setinggi mungkin agar bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Danela penuh haru.
Sementara itu, Azhari dari SMPN 39 Jakarta mengaku kian mantap mengasah kemampuan bahasanya demi target menjadi seorang diplomat di kancah global. Ambisi serupa dilontarkan rekannya, Sayid Mardhatillah Akbar, yang secara lantang menyatakan cita-citanya untuk kembali ke Istana suatu hari nanti sebagai Presiden RI.
Harmoni Tradisi dan Teknologi: Wujud Investasi SDM
Tak hanya sisi pemerintahan, para siswa juga takjub dengan interior Istana. Cheryl, siswi asal Papua lainnya, mengaku terkesima melihat bagaimana Istana Merdeka tetap mempertahankan ornamen budaya Nusantara, seperti patung wayang, di tengah sentuhan teknologi canggih.
Dari sisi pendidik, Gabriel James Angkow (Guru SMA Taruna Nusantara) dan Waskito Gunawan (Guru SMPN 39 Jakarta), memberikan apresiasi tinggi terhadap keterbukaan Presiden Prabowo. Mereka menilai program Istura ini adalah suplemen nyata bagi pendidikan kewarganegaraan dan wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM nasional.
Program “Istana untuk Anak Sekolah” membuktikan bahwa pusat kekuasaan kini telah bertransformasi menjadi jembatan inspirasi. Dari ruang-ruang bersejarah inilah, Indonesia sedang mempersiapkan anak-anaknya agar tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi menjadi pelaku utama dalam perjalanan bangsa di masa depan. (BPMI Setpres)
BACA JUGA
