Menko PMK Muhadjir Effendy / Dwi Prasetya

Sekitar 89,35 Persen Penduduk Indonesia Telah Jadi Peserta BPJS Kesehatan

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Hingga 7 Oktober 2022, peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) meningkat menjadi 246.464.342 jiwa atau 89,35% dari  jumlah penduduk Indonesia.

Dari jumlah itu untuk segmen PBI (Penerima Bantuan Iuran) berjumlah 150,37 juta jiwa, yang terdiri dari 111,75 juta jiwa warga  miskin yang dibiayai PBN dan 38,62 Juta jdi biayai APBD.

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, akses pelayanan BPJS dinilai masih belum maksimal dan masih timpang antara di kota dan desa. 

“Jika dana BPJS tidak terserap itu bukan karena kita untung ataupun karena mereka yang miskin tidak sakit, tapi karena secara spasial mereka tidak mendapatkan pelayanan kesehatan,” kata Menko Muhadjir dilansir dari laman Kemenko.

Selain mendorong masyarakat agar menjadi peserta BPJS Kesehatan, Muhadjir juga memintan BPSJ Kesehatan memastikan pelayanan kesehatan bisa dijangkau seluruh lapisan serta wilayah.

“Kenyataannya memang tidak semudah yang dikatakan. Namun saya sangat mendukung langkah inovatif dan terobosan serta gagasan BPJS untuk memberikan pelayanan sebaik-baiknya,” tutur Muhadjir.

Kata dia, semakin meningkat pelayanan kesehatan tanpa didukung dengan upaya pemerataan kualitas pelayanan, maka perbaikan dan peningkatan kualitas hanya akan dinikmati oleh sekelompok orang saja.

“Ini yang harus dipahami oleh setiap pemegang kebijakan, harus memiliki visi yaitu Indonesia sentris dengan segala seluk beluknya. Bukan Jakarta sentris,” ujarnya

Comments

comments

Baca juga ini :  Dukung Digitalisasi Perbatasan, Telkomsel Lakukan Pengamanan Jaringan di Nunukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.