Presiden Joko Widodo dan Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bandara Adi Sucipto

Sri Sultan Hamengkubowono X Angkat Suara Terkait Penyataan Ade Armando Soal Politik Dinasti di DIY

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com –  Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali membuat kontroversi. Kali ini dia membuat video yang menyebut, dinasti politik ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pernyataan Ade Armando tersebut merespon tudingan sejumlah kalangan  yang menyebut, Presiden Joko Widodo telah membangun dinasti politik dengan majunya Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto.

“Anak-anak BEM ini harus tahu dong. Kalau mau melawan politik dinasti, ya politik dinasti sesungguhnya adalah Daerah Keistimewaan Yogyakarta,” katanya dalam cuplikan video yang beredar di media sosial

“Gubernurnya tidak dipilih melalui Pemilu. Gubernurnya adalah Sultan Hamengku Buwono X yang telah menjadi Gubernur karena garis keturunan,”

Sri Sultan Hamengkubowono X, yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta angkat suara. Dia mengungkapkan, seharusnya Ade Armando melihat sejarah panjang Yogyakarta sebagai daerah istimewa.

Hal itu merujuk pada Undang-undang Dasar  1945 Bab VI tentang Pemerintahan Daerah pada Pasal 18B ayat (1) menyebutkan, negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dengan undang-undang.

“Kalau nggak keliru (salah) ya (UUD 1945 pasal 18) yang menyangkut masalah pengertian Indonesia itu menghargai asal usul tradisi DIY,” katanya.

Dalam UU Keistimewaan DIY, mengamanatkan Raja Keraton Yogyakarta menjadi Gubernur DIY dan Adipati Kadipaten Pakualaman sebagai Wakil Gubernur (Wagub) DIY.

Lantaran itu, Sri Sultan HB X mengembalikannya kepada masyarakat atau siapa pun untuk melihat isi UUD 1945 maupun UU Keistimewaan DIY dalam merespons politik dinasti yang dipermasalahkan Ade Armando.

“Ya (DIY) melaksanakan (UUD 1945 dan UU Keistimewaan) itu saja ya kan, dinasti atau tidak terserah dari sisi mana masyarakat melihatnya. Yang penting bagi kita di DIY itu daerah istimewa, diakui keistimewaan dari asal usulnya dan menghargai sejarah itu, Itu aja, bunyi UU Keistimewaan-nya itu,”

Baca juga ini :  Sinergi Pemkot dan Kodim 0905 Balikpapan Melalui Nota Kesepahaman

“Kalimat dinasti atau nggak disitu juga nggak ada, yang penting kita bagian dari republik dan melaksanakan keputusan uu yang ada,”

Bahkan, bila politik dinasti dipermasalahkan Ade Armando, Sultan HB X mempersilahkan isi UUD 1945 dan UU Keistimewaan DIY diubah. Tetapi, Sultan memastikan tidak menyuruh siapapun untuk mengubah kedua regulasi itu.

“Kalau dianggap (DIY menerapkan politik) dinasti, ya diubah saja UUD (1945). Ya silahkan saja itu masyarakat, yang penting saya tidak menyuruh,” katanya.

ADE ARMANDO MINTA MAAF

Terbaru Ade Armando kemudian menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya tersebut, setelah mendapat kecamatan dari sejumlah kalangan. Termasuk waga Yogyakarta.

Dia menyebut, pernyataanya tersebut merupakan pribadi tak terkait dengan PSI. Pernyataan maaf tersebut salah satunya diunggah dalam akun TikTok Adearmando_official.

“Melalui video ini saya ingin mengajukan permintaan maaf sebesar-besarnya, seandainya video saya yang terakhir tentang politik dinasti telah menimbulkan ketersinggungan dan kegaduhan terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta,” katanya, Senin (4/12/2023). / suara.com

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.