Tahun 2024, Nilai Investasi Balikpapan Capai Rp 25 Triliun, Pemkot Beri Insentif

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan adalah Hasbullah Helmi

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemkot Balikpapan melalui Dinas Penanaman Modal Dan Perizinan Terpadu (DPMPTSP) Balikpapan mencatat nilai investasi di Kota Balikpapan sudah mencapai Rp25,7 triliun melebihi target yang dicanangkan sebesar Rp 20 triliun pada 2024. 

Sebelumnya di tahun 2023, investasi di Kota Balikpapan Balikpapan telah mencapai Rp 24,1 triliun dari target sebesar Rp 18 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Perizinan Terpadu (DPMPTSP) Balikpapan Hasbullah Helmi mengatakan, untuk mendukung upaya tersebut, maka Pemkot Balikpapan dan DPRD Kota Balikpapan saat ini tengah menyusun Raperda insentif dan kemudahan berinvestasi di Kota Balikpapan.

“Raperda, tinggal menunggu evaluasi dari gubernur untuk nanti bisa ditetapkan sebagai perda,” ujarnya, Kamis (13/2/2025).

Dikatakannya, dengan adanya dasar hukum perda ini, maka ini menjadi modal bagi Kota Balikpapan untuk menarik investor dari luar daerah.

“Contoh kemudahan investasi dalam hal pengurangan pajak,” jelasnya.

Namun demikian, katanya, insentif dan kemudahan investasi yang diberikan ini tentunya memiliki persyaratan. Dan tidak bisa semua investor masuk secara bebas dalam penanaman modal di Kota Minyak. Dimana salah satu contoh syaratnya adalah investor bersedia melibatkan tenaga kerja lokal.

“Sesuai perda Balikpapan, investasi yang masuk harus 70 persen menggunakan tenaga kerja lokal,” tegasnya.

Dikatakannya, jika investor bisa memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan sesuai peraturan daerah tersebut, maka Pemkot Balikpapan akan memberikan insentif dan kemudahan investasi bagi penanam modal.

“Jadi ada ketentuan-ketentuan yang diatur pemerintah,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Helmi menjelaskan, untuk memenuhi target investasi di tahun 2025, diperlukan kerja keras. Apalagi dengan terpaan isu adanya perlambatan dalam pembangunan IKN.

Helmi juga melihat kenyataan bahwa pembangunan IKN saat ini tetap berproses, walaupun ada perlambat dari sebelumnya.

“Apapun yang terjadi kita tetap harus kerja lebih keras untuk menarik investor sebanyak-banyaknya,” akunya.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengumumkan bahwa realisasi investasi tahun 2024 melampaui target yang ditetapkan. Investasi ini juga berkontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja.

Investasi 2024: Rekor Baru dan Penyerapan Tenaga Kerja

Sepanjang 2024, investasi berhasil menyerap 2.456.130 tenaga kerja, meningkat 34,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Total investasi mencapai Rp1.714,2 triliun, dengan 52,2 persen atau Rp895,4 triliun mengalir ke luar Pulau Jawa, sementara Rp818,8 triliun atau 47,8 persen berada di Pulau Jawa.

“Penanaman modal asing (PMA) mencapai 52,5 persen atau Rp900,2 triliun, sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) berkontribusi 47,5 persen atau Rp814 triliun,” ungkap Rosan.

Provinsi dan Negara Penyumbang Investasi Terbesar

Lima provinsi dengan investasi tertinggi sepanjang 2024 adalah:

  1. Jawa Barat – 14,7 persen
  2. DKI Jakarta – 14,1 persen
  3. Jawa Timur – 8,6 persen
  4. Sulawesi Tengah – 8,2 persen
  5. Banten – 6,2 persen

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses