Wakil Ketua Perkupulan Petani Porang Kaltim (P3KT) Temang Hadi Dwiputro

Tahun Ini Potensi Panen Porang di Kaltim Capai 120 Hektar, Petani Keluhkan Belum Ada Pabrik

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Potensi panen komoditas porang di Kaltim tahun ini mencapai 120 hektar. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Perkumpulan Petani Porang Kaltim (P3KT) Temang Hadi Dwiputro.

Namun Temang mengatakan, dari jumlah itu masih akan dibahas apakah seluruhnya akan di panen atau tidak. Masih akan ada diskusi dengan Perkumpulan Petani Porang Pusat sehabis lebaran.

“Apakah semua mau di panen atau tidak, mungkin habis lebaran baru kita ada pertemuan dengan P3 Pusat. Jadi kita tahu apakah mau rencana panen semua atau hanya sebagain, atau dikembalikan jadi bibit,” katanya, Sabtu (09/04/2022). 

Dia mengatakan, selama ini belum banyak petani yang melirik komoditas porang. Sehingga juga masih terbatas, karena selain kesulitan memasarkan, juga belum adanya pabrik pengolahan.

“Minat masih rendah, karena minta petani rendah, karena belum ada pabrik, kendalanya itu. Petani juga gak mau jual ke pengepul, maunya langsung ke pabrik, tapi kan gak bisa,” ujarnya. 

Tahun 2018-2019 sempat ada investor asal Vietnam yang berencana mendirikan pabrik di Kaltim. Hanya saja kemudian batal, karena belum banyak petani yang menanam porang.

“Tahun 2018-2019 saya bawa investor dari Vietnam untuk bangun pabrik disini tapi karena jumlah bahan baku (porang) yang belum ada (memadai) makanya dicancel. Karena 2018-2019 itu belum banyak orang tanam porang,” ungkapnya. 

Menurutnya, rata-rata petani porang di Kaltim juga menanam porang dengan luas lahan yang masih dua hektar. “Mereka nanam skala kecil. Diatas dua hektar masih gak banyak,” ujarnya. 

“Harga porang juga jatuh dalam dua tahun terakhir, setelah China menolak impor dari Indonesia. Dulu barang kita mudah sekali masuk china, abis itu sempat di blok dari China. Karena da masalah,” tandasnya. 

Baca juga ini :  Berikut 36 Pemain yang Dipanggi TC Timnas di Jakarta Hari Ini

Harga porang sempat menyentuh belasan ribu per kilogram. Kini dalam bentuk umbi berkisar Rp 6.500 hingga Rp 7.000 per kilogram. Meski begitu kata dia, sebenarnya petani juga masih tetap untung.

“Sebenarnya harga porang itu gak perlu muluk-muluk harga 5-6 ribu itu sudah alhamdulilah. Sebenarnya Rp 3 ribu sudah balik modal. Maunya kayak dulu sampai belasan ribu,” ujarnya

 Dia menambahkan, dengan lahan seluas 100 hektar, bisa menghasilkan sebanyak 8 ribu ton, atau  1 hektar menghasilkan 80 ton. Namun sayang kadang ada petani yang mempercepat musim panen.

“Belum musimnya panen dia sudah panen duluan, panennya itu sekitar bulan 7-8 Kenapa dia panen cepat,” katanya. 

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.